You And I (Kim Jae Joong – Kim Seungmi)

I can’t do anything without you
A day feels so long without you
I have no idea how I could survive without you all along

Listen carefully to my heartbeat

You must have come into my heart, you’re living right here within me

 

Kim Jae Joong. Namja yang digila-gilai semua yeoja di kampusnya. Puluhan yeoja mengejar-ngejar Jaejoong agar setidaknya dilirik olehnya. Tapi nyatanya, yeoja paling cantik di kampus itu juga tidak dilirik sedikitpun. Dan seperti sekarang. Puluhan yeoja sudah menunggu Jaejoong dengan setia di pelataran parkir Kyung Hee Cyber University, menunggu Jaejoong keluar dari mobilnya.

Pintu mobil terbuka dan sesosok namja tampan keluar dari situ. Teriakan yeoja-yeoja memenuhi pelataran parkir yang cukup ramai itu. Jaejoong tampak tidak peduli dengan kehadiran yeoja-yeoja yang menunggunya dan langung melangkahkan kakinya menuju kelas yang akan diikutinya pagi ini.

Jujur saja, menurut Jaejoong, tidak ada satupun yeoja yang berhasil membuatnya tertarik. Bahkan Yunho, sahabatnya sudah memperkenalkan banyak yeoja-yeoja cantik. Dan setiap kali Yunho berusaha mendekatkan Jaejoong dengan seorang yeoja, jawaban Jaejoong hanya seputar “Aku tidak tertarik” atau “Kalau menurutmu yeoja itu pantas, kau saja yang berpacaran dengannya” .

Jaejoong masuk ke dalam kelasnya dan menghampiri Yunho yang sedang membaca buku dengan tenang di mejanya. Menyadari kehadiran Jaejoong, Yunho menoleh dan menarik Jaejoong agar duduk di sampingnya.

“Apa benar kau akan dijodohkan?”

Jaejoong mengerutkan keningnya. Tidak mengerti maksud dari pertanyaan Yunho.

“Appa-mu bercerita kepada appa-ku, hari ini dia akan memperkenalkan seorang yeoja yang akan menjadi istrimu.”

“Mwo? Appa bahkan tidak pernah berbicara mengenai ini sebelumnya.”

Yunho hanya mengangkat bahu.

“Aku harap kali ini, kau menyukai yeoja itu.”

Jaejoong hanya mendengus. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan terpampang dengan jelas pesan dari ayahnya yang menyuruh Jaejoong untuk pulang cepat hari ini. Jaejoong menghela napas. Seketika itu juga ia menyadari bahwa hari ini adalah hari terburuknya.

***

Jaejoong menatap yeoja yang duduk di hadapannya. Harus diakui, yeoja ini berbeda dari yeoja lainnya. Yeoja ini tidak menunjukkan ketertarikannya kepada Jaejoong seperti yang dilakukan yeoja-yeoja lainnya. Yeoja ini sangat cuek, dan yeoja ini cantik hanya dengan make up tipis dan dress berwarna tosca yang sederhana.

“Nah, Jaejoong-a, kau harus berkenalan dengan Seungmi.” Perkataan ayahnya membuyarkan lamunan Jaejoong.

Jaejoong mengulurkan tangannya dan tersenyum. Senyum yang sanggup membuat semua yeoja bertekuk-lutut padanya.

Seungmi mengulurkan tangannya, menerima uluran tangan Jaejoong.

“Kim Jaejoong imnida.”

“Kim Seungmi imnida.”

“Jadi Seungmi-a, Jaejoong-a, kalian harus berkenalan lebih dekat lagi, karena kalian akan menikah dalam waktu dekat.” Ayah seungmi tersenyum.

Belum sempat Jaejoong memprotes, ayahnya menambahkan.

“Ya betul itu. Dan ternyata kalian itu satu kampus. Kalian hanya beda jurusan. Maka dari itu, mulai besok kau harus menjemput Seungmi di rumahnya dan kalian akan berangkat bersama.” Ayah Jaejoong berkata sambil menatap Jaejoong.

Jaejoong melirik yeoja di sampingnya yang jelas-jelas menunjukkan kekesalannya terhadap perjodohan ini. Jaejoong tersenyum. Yeoja ini menarik.

***

Pagi ini, Jaejoong bangun dengan sangat bersemangat. Entah kenapa dadanya selalu berdesir mengingat Seungmi. Seungmi adalah yeoja pertama yang mampu membuat Jaejoong tersenyum. Padahal jelas-jelas yeoja itu tidak menunjukkan ketertarikannya kepada Jaejoong.

Jaejoong keluar dari rumahnya dan langsung menjalankan mobilnya ke rumah Seungmi.

Rumah Seungmi ternyata tidak jauh berbeda dengan rumahnya. Sama-sama rumah besar dan mewah. Jaejoong membuka kaca mobilnya dan berbicara kepada satpam yang berjaga di depan rumah Seungmi.

“Ahjussi, apakah Kim Seungmi ada di rumah?”

“Maaf sebelumnya, anda Kim Jaejoong?”

“Ne. Aku Kim Jaejoong.”

“Baiklah tuan, aku akan segera memanggilnya.”

Jaejoong mengangguk dan tersenyum. Beberapa menit kemudian Seungmi keluar rumah dengan ekspresi kesal. Seungmi sangat tidak mengharapkan perjodohan ini. Ia masih ingin bebas. Appanya memaksanya untuk berkenalan dengan namja yang kemarin ia temui. Kim Jaejoong. Dia memang tampan, tapi Seungmi masih tidak dapat menerima orang yang baru dikenalnya sebagai calon suaminya.

Seungmi melihat Jaejoong sudah menunggu di depan mobilnya. Seungmi melangkahkan kakinya ke arah Jaejoong. Jaejoong tersenyum dan membukakan pintu untuk Seungmi. Seungmi dengan ragu akhirnya masuk ke dalam mobil. Jaejoong masuk ke bangku pengemudi dan menutup pintu mobil.

Seungmi sama sekali tidak melihat Jaejoong. Sebisa mungkin ia membuat Jaejoong benci padanya dan tidak menyukainya, tapi nyatanya Jaejoong malah menyetir sambil terus memandanginya.

Seungmi berharap mereka dapat segera sampai di kampus mereka karena suasana di dalam mobil itu benar-benar canggung. Baik Seungmi maupun Jaejoong sama-sama tidak mempunyai topik yang dapat dibicarakan. Bahkan mereka baru saling mengenal selama 1 hari.

Akhirnya setelah melewati perjalanan yang menurut seungmi sangat panjang, mereka berdua sampai di kampus. Jaejoong memarkir mobilnya dan membukakan pintu untuk Seungmi. Seperti biasa, suara teriakan yeoja-yeoja mulai terdengar, tapi kali ini teriakan mereka menjadi lebih keras karena Jaejoong menggandeng tangan Seungmi berjalan memasuki kampus mereka.

Seungmi bahkan berusaha melepaskan genggaman tangannya dari Jaejoong tapi sayangnya genggaman namja itu sangat kuat. Dan harus diakui, tangan besar Jaejoong membuatnya nyaman. Seungmi bisa merasakan banyak kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.

“Apa kau mau aku mati terbunuh di tangan mereka?” Akhirnya Seungmi berbisik pada Jaejoong yang masih dengan santainya menarik tangan Seungmi menuju kelas gadis itu.

Jaejoong tersenyum.”Mereka tidak akan pernah bisa menyentuhmu.”

Pipi Seungmi memanas mendengarnya, tapi ia tetap mempertahankan ekspresinya di depan namja itu.

Jaejoong melepaskan genggaman tangannya dan menatap Seungmi.

“Masuklah. Nanti aku akan menjemputmu.”

Jaejoong berjalan meninggalkan Seungmi yang masih terpaku di tempatnya.

***

Hubungan Jaejoong dan Seungmi bisa dikatakan sangat dekat sekarang. Mereka sudah saling mengenal dan akrab satu sama lain. Jaejoong benar-benar memberikan perhatian lebih kepada Seungmi dan Seungmi menerimanya.

Jaejoong berjalan menuju bangku taman. Hari ini ia benar-benar akan menyatakan perasannya kepada Seungmi. Jaejoong melirik jam tangannya. 20 menit lagi Seungmi akan datang.

“Oppa!”

Suara seorang yeoja menyadarkan Jaejoong dari lamunannya. Yeoja itu… Kim Jaerin. Yeoja pertamanya.

Jaerin adalah yeoja-chingu Jaejoong semasa SMA. Jaerin memutuskan hubungan mereka dan membuat Jaejoong menjadi trauma menjalani suatu hubungan. Dulu sebelum bertemu Seungmi, di dalam hatinya, Jaejoong masih mempunyai perasaan khusus terhadap Jaerin.

Jaerin menghampiri Jaejoong.

“Apa kabar?” Jaerin tersenyum pahit.

“Aku baik. Kau?”Jaejoong berkata dengan suara paraunya.

“Oppa, mungkin aku sudah tidak punya harga diri lagi. Tapi aku tidak peduli. Oppa maafkan aku. Aku menyesal telah memutuskan hubungan kita. Aku mohon kembalilah padaku.”

Jaejoong memejamlan matanya. Berusaha mencerna apa yang barusan Jaerin katakan.

“Mianhae Jaerin-a. Aku sudah menyukai yeoja lain.”

Ekspresi Jaerin berubah mendengar pernyataan Jaejoong.

“Wae oppa? Apa dia lebih cantik dariku? Yunho oppa memberitahuku bahwa selama ini kau tidak mau berhubungan dengan yeoja lain. Bukankah itu karena kau masih mencintaiku?”

“Ya benar, tapi itu dulu. Sebelum aku bertemu dengan Seungmi.”

Jaerin tersenyum miris. “Jadi sudah tidak ada harapan lagi bagiku?”

Jaejoong menghela napas.”Mianhae Jaerin-a.”

“Aku punya satu permintaan sebelum kita benar-benar berpisah.”

“Apa itu?”

“Peluk aku. Untuk yang terakhir kalinya.”

Dan Jaejoong tanpa ragu menarik Jaerin ke dalam pelukannya, tanpa menyadari Seungmi sedang menatap mereka dengan tatapan kosong.

***

1 years later

Seungmi menghela napas. Sudah 1 tahun ia sama sekali tidak menghubungi Jaejoong. Ia piker Jaejoong memiliki perasaan yang sama sepertinya. Tapi ternyata Jaejoong masih berhubungan dengan yeoja chingunya dulu.

Selama satu tahun ini Seungmi berusaha menata kembali perasannya. Tapi ternyata dia tidak bisa melupakan Jaejoong. Seungmi selalu berharap Jaejoong akan kembali padanya.

Seungmi menghentakkan punggungnya di kursi taman. Taman yang selalu ia dan Jaejoong kunjungi setiap ada waktu luang. Ia merindukan Jaejoong. Sangat.

***

Jaejoong memicingkan matanya. Berusaha melihat sesosok yeoja yang sedang duduk di bangku taman. Benar. Itu Kim Seungmi. Seungmi-nya.

Jaejoong berjalan dengan tenang kea rah bangku itu dan menepuk bahu Seungmi. Seungmi menoleh dan ekspresi terkejut terlihat di wajahnya yang cantik.

“Kau…Jaejoong-a.” Seungmi benar-benar tidak sanggup berkata apa-apa. Setahun yang lalu, saat Seungmi memutuskan untuk tidak menemui Jaejoong, Seungmi mendengar bahwa Jaejoong pergi Ke Jepang untuk melanjutkan kuliahnya.

“Finally Kim Seungmi. Finally. I found you.”

***

Jaejoong menarik tangan Seungmi ke dalam rumahnya.

“Aku mempunyai hadiah untukmu.”

“Hadiah apa? Bahkan ulang tahun-ku masih 2 bulan lagi.”

“Selama kita berpisah selama 1 tahun, aku berusaha melupakanmu. Tapi aku tidak bisa. Dan akhirnya semua kerinduanku padamu, kusalurkan dengan membuat lagu untukmu.”

Jaejoong berjalan menuju pianonya dan mulai memainkan pianonya. Sambil bernyanyi.

When I close both my eyes, you are always there
We’re always together even in my dreams every night
I’ll always be here by your side, I’ll escort you home every night
Even if I had a sleepless night, I’ll run to you if you miss me: because your love provides me the most comfortable rest.
Two of us, forever; two of us, when we love, it should never hurt
Even when we have our disputes, I’ll never lose my smile, or your hand in mine
What movie should we watch over the weekend, the two of us? What’s the best choice?
The thought of us together, just looking at you makes me giggle!
I’ll always be here by your side, the two of us
We are so perfect together, no words are needed
Just feel me you & I
I talk about my love to everyone I see
That I love you and that you are the only one
Sometimes even when you’re angry or being difficult, I…
Sometimes even when you argue like a child I…
I will understand everything, I’ll care about you and I will love you
I wont’ hurt you for my useless arrogance
Even if I had a sleepless night, I’ll run to you if you miss me:
Because your love provides me the most comfortable rest
Lest the days we spent together, the memories we share end
There may be hard times, but I’ll never lose my smile, or your hand in mine
Today that we spend together, may the sun shine brightly upon you
Just looking at you keeps me giggling like a little child! I’ll always be here by your side, the two of us
I want nobody else but you: look, now I’ve become you
Two of us, forever; two of us, when we love, it should never hurt
Even when you have our disputes, I’ll never lose my smile, or your hand in mine
What movie should we watch over the weekend, the two of us? What’s the best choice?
The thought of us together, just looking at you makes me giggle! I’ll always be here by your side, the two of us

 

Jaejoong berjalan menuju Seungmi dan berlutut di hadapannya. Jaejoong merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak, lalu membukanya. Sebuah cincin yang indah terpampang di hadapan Seungmi.

“So, would you marry me, Kim Seungmi?”

Dan Seungmi mengangguk tanpa ragu.

THE END

4 thoughts on “You And I (Kim Jae Joong – Kim Seungmi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s