DREAM GIRL (KIM KIBUM-GO JAEMI)

When it started is not important
I only see the perfect you in my eyes
In this gray world, only your red lips shine
The moment I try to kiss your lips
I awake from my dream

Your face is still so clear
The heat of your hand that I held is still warm
You come to me at night but disappear in the morning
I can’t just let you go like this every day

Baby I know this is all a dream but
Baby, oh please, don’t leave me

Kim Kibum terbangun dari tidurnya. Yeoja itu lagi. Yeoja yang selalu meghantuinya dalam mimpi-mimpinya. Kibum mengacak rambutnya kesal. Wajah yeoja itu sangat familiar. Mungkin yeoja itu adalah seseorang dari masa lalunya.

Oh bahkan Kibum hampir melupakan kenyataan bahwa dirinya terkena amnesia ringan sejak kecelakaan itu. Kecelakaan yang membuatnya harus terbaring koma selama beberapa minggu di rumah sakit dan begitu ia terbangun dari komanya orang tuanya langsung membawanya pergi ke New York tanpa meminta persetujuannya dulu.

Dan di sinilah dia sekarang. Duduk termenung di ranjangnya sambil membayangkan sekali lagi apa yang dimimpikannya. Yeoja yang selalu dapat membuat Kibum tersenyum. Kibum selalu berbahagia setiap kali memimpikan yeoja itu karena diakhir mimpi pasti Kibum akan mengalami hal-hal manis bersama dengan yeoja itu. Kibum memijat keningnya. Sepertinya ia harus berusaha mencari tahu siapa yeoja yang ada di dalam mimpinya agar ia bisa tidur dengan tenang.

Dream Girl, seems like I can touch you but I can’t
Dream Girl, every night I wait for you like this
Dream Girl, you sweetly whisper love to me
Then you disappear in the morning, dream girl
                           

***          

                                               

Yeoja itu berlari ka arah Kibum dan memeluknya.

“Oppa, neomu bogoshippo.” Yeoja itu berbisik di telinga Kibum.

Kibum tersenyum dan membalas.”Nado.”

Akhirnya mereka bertemu kembali. Setelah 2 bulan Kibum harus pergi ke Jepang untuk menyelesaikan urusan bisnis perusahaan ayahnya. Kibum dengan berat hati akhirnya meninggalkan yeoja chingu-nya di Seoul untuk sementara waktu.

Di Jepang ia sama sekali tidak dapat berkonsentrasi penuh dengan pekerjaannya. Pikirannya terus tertuju pada yeoja itu. Dan sekarang Kibum bersyukur karena akhirnya ia bisa kembali ke Seoul dan bertemu dengan yeojanya.

“Oppa berjanjilah padaku. Kau tidak boleh pergi lagi. Kau harus berada di sisiku selamanya.”

Kibum tertawa dan mengangguk.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”

Kilatan masa lalu itu datang lagi. Di saat-saat tenang seperti ini, seperti di saat Kibum sedang membaca buku, mendengar lagu atau melakukan hal-hal yang ringan, kilatan masa lalu tentang seorang yeoja selalu datang. Kibum sudah berusaha mencari tahu siapa sebenarnya yeoja itu. Tapi setiap dia berusaha membuka pikirannya lebih dalam, kepalanya akan terasa sangat sakit, dan dokter menyarankan agar Kibum tidak berusaha mengingat masa lalunya terlalu dalam.

Orang tuanya tidak pernah mau menceritakan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan yeoja itu sebelum Kibum mengalami kecelakaan. Kibum merasa dia dan yeoja itu memiliki hubungan yang sangat dekat dan dalam.

Kibum bangkit dari sofa yang dari tadi didudukinya. Ia memutuskan untuk keluar dari apartemennya. Ia ingin pergi ke cafe dan menikmati secangkir kopi.

Kibum melangkah menuju cafe terdekat. Sesampainya di cafe, ia langsung duduk di salah satu meja terdekat dan memesan secangkir kopi.

“Oppa, kau tidak boleh minum kopi terlalu banyak. Kopi buruk untuk kesehatan, kau tau itu kan?”

Kibum menoleh ke belakang. Rasanya ia mendengar suara yeoja itu. Sepertinya ia pernah mengalami kejadian ini. Oke, lama kelamaan yeoja ini bisa membuatnya gila.

***

Go Jaemi menghapus air matanya. Sudah 6 bulan sejak kecelakaan yang menimpa namja chingunya. Jaemi sudah merasakan firasat buruk saat itu. Bahkan ia menelpon Kibum hanya untuk menyuruhnya hati-hati saat menyetir. Dan ternyata firasatnya terbukti. Mobil Kibum tertabrak truk yang dikendarai oleh seorang supir yang mabuk.

Kibum mengalami koma selama beberapa minggu dan Jaemi sudah seperti mayat hidup sejak saat itu. Setelah Kibum tersadar dari koma, Jaemi merasa hidup kembali tapi ternyata orang tua Kibum membawa Kibum ke New York tanpa alasan yang jelas. Jaemi tau, hubungannya dengan Kibum ditentang oleh orang tua Kibum. Mungkin mereka membawa Kibum pergi karena alasan ini.

Setelah Kibum pergi, Jaemi seperti kehilangan sebagian nyawanya. Jaemi sama sekali tidak memiliki semangat hidup. Jaemi yang dulu periang, sekarang menjadi pemurung dan peyendiri. Ia tidak lagi bermain bersama-sama teman-temannya, bahkan Jaemi hanya berbicara seperlunya. Ia tidak akan berbicara jika ia tidak ada perlu atau itu bukan sesuatu yang penting. Yang pasti, Jaemi dikenal sebagai gadis yang dingin sekarang.

Mengingat masa lalunya dengan Kibum adalah hal yang paling menyakitkan. Kibum adalah orang yang cuek tapi Jaemi tau bahwa Kibum sangat memperhatikan dirinya.

Sampai sekarang Jaemi tidak tau keberadaan Kibum di New York. Jaemi selalu bertanya-tanya di dalam hatinya, apa Kibum sekarang sudah sembuh total dari luka-luka yang dialaminya semenjak kecelakaan itu, atau apakah Kibum tidak merindukan dirinya? Jaemi selalu frustrasi jika memikirkan kenyataan bahwa sampai sekarang Kibum bahkan tidak pernah menghubunginya sekalipun.

Jaemi bangkit dari tempat duduknya lalu mulai melangkah menuju tempat tidurnya. Ia sangat ingin tidur. Satu-satunya cara untuk melupakan Kibum meskipun hanya sejenak.

***

Kibum berlari mengejar yeojanya. Oke, ini sangat kekanak-kanakan. Mereka bahkan bermain kejar-kejaran. Yeoja itu terus berlari dan tertawa-tawa saat menyadari Kibum masih tertinggal jauh di belakangnya.

Kibum berlari dengan lebih cepat lagi. Sedikit lagi. Sedikit lagi ia akan mencapai yeojanya. Jarak mereka hanya tinggal beberapa sentimeter lagi.

Kibum memeluk pinggang yeojanya dari belakang. Yeoja itu tersentak dan berbalik menghadap Kibum.

Kibum mengeluarkan evil smirk nya.

“Kena kau.”

Yeoja itu hanya tersenyum dan memandang Kibum dalam. Kibum mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu-

Kibum terbangun dengan peluh menetes di wajahnya. Kibum tersenyum membayangkan mimpinya tentang yeoja itu. Rasanya keberadaan yeoja itu begitu dekat dengannya.

Kibum mengerutkan keningnya. Ia benar-benar bisa gila. Ia harus tau siapa yeoja itu. Kibum meraih handphone nya dan memutuskan untuk menghubungi sahabatnya dari kecil. Jonghyun.

“Ya, Jonghyun-a, aku ingin bertanya sesuatu.”

“Apa?”

“Apa dulu sebelum aku mengalami kecelakaan itu, aku dekat dengan seorang yeoja?”

Tidak ada jawaban di seberang sana.

“Ya, Jonghyun-aaa.” Kibum mengetuk-ngetukkan jarinya dengan tidak sabar.

“Mianhae, aku tidak bisa menjawabnya Kibum-a.”

“Wae?”

“Eumm… sebaiknya kau tanyakan hal ini pada eomma-mu saja, Kibum-a”

Kibum menghela napas. Ia yakin Jonghyun menyembunyikan sesuatu darinya.

“Baiklah. Gomawo Jonghyun-a.”

Ne.”

Kibum tidak mengerti. Mengapa semua orang seperti berusaha menyembunyikan sesuatu darinya? Mungkin yeoja itu kurang disukai oleh keluarganya. Tapi kenapa? Memangnya siapa yeoja itu.

Kibum akan bertanya pada eommanya nanti. Siapa tau eommanya akan memberitahunya tentang yeoja itu.

***

Kibum memutuskan untuk pulang ke Seoul. Kebetulan ayahnya memanggilnya karena Kibum harus mengurus sebuah perusahaan baru yang didirikan ayahnya. Sebenarnya, tujuan utamanya pulang ke Seoul adalah untuk mencari tau tentang masa lalunya dan juga tentang yeoja itu.

Dan disinilah dia. Kibum kembali ke rumah lamanya di Seoul. Kibum seperti merasakan Déjà vu saat kembali menginjakkan kaki di rumahnya.

“Oppa aku akan membuat banyak kue untukmu.”

“Oppa ayo kita menonton dvd ini. Aku baru membelinya tadi.”

“Oppa jangan minum kopi terlalu banyak.”

“Oppa belikan aku es krim.”

“Oppa aku mencintaimu.”

Kibum memejamkan matanya. Kenangan-kenangan tentang seorang yeoja juga sangat kuat di sini. Kibum yakin yeoja itu sama dengan yeoja yang sering muncul di dalam mimpinya.

Kepala Kibum mulai terasa sakit. Ia tau, ia tidak boleh membuka pikirannya terlalu dalam. Tapi rasanya ia mulai mengingat sedikit tentang yeoja itu.

Kibum memutuskan untuk naik ke kamarnya di lantai dua. Ia akan beristirahat sejenak. Besok ia akan mencari tau tentang yeoja itu.

Kibum merebahkan tubuhnya di ranjang. Beberapa menit kemudian Kibum sudah jatuh ke alam mimpi.

***

 

Kibum menatap yeojanya yang sedang bermain-main dengan air laut. Kibum tersenyum kecil. Yeojanya sudah dewasa, tapi ia selalu bertindak seperti anak kecil.

Kibum berjalan menuju yeojanya. Yeoja itu menyadari kehadiran Kibum dan berbalik menghadap Kibum. Kibum meraih tangan yeoja itu dan menariknya ke dalam pelukannya.

“Saranghae.”

Yeoja itu tersenyum dan mengangguk.

“Nado saranghae oppa.”

Kibum memeluk yeojanya dengan sangat erat, seakan tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Kibum terbangun. Ia benar-benar tidak tahan lagi. Ia benar-benar harus mencari tau siapa yeoja itu.

Kibum menyambar jaketnya dan berlari ke bawah. Ia segera melajukan mobilnya ke rumah eommanya. Eommanya harus memberitaunya. Harus.

***

Hold on for a moment, this isn’t a dream
That dazzling smile, that’s definitely you
My heart makes me go after you in secret
The moment you turn the corner, you disappear like a dream

Your face in my dream is the same every night
It feels like I should go a little closer to you now
But you only give me a slight smile and disappear like that
I can’t just let you go like this every day

Baby I know this is all a dream but
Baby, oh please, don’t leave me

Dream Girl, seems like I can touch you but I can’t
Dream Girl, every night I wait for you like this
Dream Girl, you sweetly whisper love to me
Then you disappear in the morning, dream girl

“Eomma jebal katakan padaku, apa dulu aku mempunyai seorang yeoja chingu?”

Wanita paruh baya itu memijat keningnya. Apa anaknya sudah mengingat semuanya?

“Kibum-a, sebaiknya kita tidak membicarakan hal ini.”

Kibum menggeleng.

“Tidak. Apa eomma tau? Aku tersiksa setiap hari karena aku selalu dihantui oleh seorang yeoja dalam mimpiku. Aku juga sempat mengingat sedikit tentang yeoja itu. Pasti dia dulu ada di masa laluku dan kemungkinan besar dia adalah yeoja chinguku karena aku merasa aku mempunyai hubungan yang cukup dalam dengannya.”

“Sebaiknya kau tidak usah mencari tau siapa yeoja itu. Eomma tidak menyetujui hubungan kalian.”

Wanita itu meninggalkan Kibum yang masih berusaha mencerna kenyataan yang baru didengarnya.

Kibum tersenyum.Benar. Yeoja itu milikku.

***

3 months later

Kibum menatap layar laptop di hadapannya dengan serius. Kibum sangat sibuk sekarang. Perusahaan yang diurusnya adalah perusahaan yang cukup besar sehingga Kibum harus turun tangan dalam setiap kegiatan perusahaannya.

Kibum hampir-hampir melupakan kenyataan bahwa tujuan utamanya pulang ke Seoul adalah karena ia ingin mencari yeoja itu. Foto yang baru ditemukannya membuat Kibum kembali mengingat yeoja itu.

Kibum sangat terkejut saat melihat sebuah foto dirinya dengan seorang yeoja di pantai. Di foto itu Kibum tersenyum sangat lebar dan yeoja itu juga memancarkan kebahagiaan yang sama di wajahnya.

Yeoja ini. Yeoja yang selalu datang di dalam mimpi-mimpinya.

Hanya tinggal satu masalah yang harus dihadapinya untuk mencari yeoja itu. Kibum melupakan nama yeoja itu. Semua orang tidak mau memberitaukan nama yeoja itu kepadanya.

Kibum memejamkan matanya, berusaha untuk mengingat sedikit tentang yeoja yang ada di masa lalunya.

“Oppa ayo naik roller coaster itu!”

“Shireo! Aku tidak mau memakai gaun itu.”

“Oppa belikan aku boneka itu.”

Suara yeoja itu terdengar kembali. Kibum memang sering mendengar suara itu. Suara itu akan datang bersamaan dengan bayangan wajah yeoja itu di kepala Kibum.

Kibum benar-benar lupa nama yeoja itu. Kibum merutuki dirinya sediri. Namja macam apa dia? Bahkan dia melupakan nama yeojanya sendiri.

Kibum juga tidak mengerti kenapa hanya yeoja itu yang tidak dapat diingatnya setelah kecelakaan itu.

Kibum bangkit dari kursi kerjanya. Ia akan ke istirahat sebentar.

***

Sungai Han. Entah siapa yang membawanya menuju tempat ini. Rasanya kakinya bergerak sendiri.

Kibum memandang ke arah sungai Han. Kibum selalu merasa lebih tenang jika ia melihat air yang mengalir dengan tenang.

“Jadi, Go Jaemi, apa kau mau menerimaku?”

Jeemi mengerutkan keningnya.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Aish, neo jinjja baboya.”

“YA! Apa maksudmu?”

Kibum memandang Jaemi dan meraih tangannya.

“Apa kau mau menjadi yeoja chinguku?”

Jaemi membelalakkan matanya.

“Kau tidak bercanda kan?”

“Aku tidak akan bercanda di saat-saat seperti ini.”

Jaemi memejamkan matanya, berusaha mempercayai pendengarannya. Seorang Kim Kibum memintanya menjadi yeoja chingunya.

“Jadi? Apa kau menerimaku?”

Jaemi tersenyum dan mengangguk.

Kibum tersenyum dan menarik Jaemi ke dalam pelukannya.

“Saranghae.”

Kibum ingat. Ia ingat semuanya sekarang. Tempat ini. Tempat dimana ia meminta yeoja itu menjadi yeoja chingunya.

Yeoja itu. Go Jaemi.

Kibum tersenyum. Berarti ia hanya tinggal mencari Jaemi. Kibum akan mencarinya sekarang.

Kibum baru akan melangkahkan kakinya dan matanya menangkap sesosok yeoja. Yeoja itu..yeoja yang menghantuinya setiap hari di dalam mimpi-mimpinya.

Yeoja itu hanya menatap kosong ke arah Sungai Han. Apa yeoja itu ke sini karena merindukan dirinya?

Kibum berlari menuju yeoja itu.

Yeoja itu tidak menyadari kehadiran Kibum. Ia hanya menunduk dan mulutnya mengeluarkan isakan kecil.

“Go Jaemi.” Kibum berkata pelan.

Jaemi mendongak dan ia tidak dapat mempercayai apa yang dilihatnya. Mungkin ini hanyalah mimpi. Mungkin ia sampai berhalusinasi melihat Kibum karena ia terlalu merindukan Kibum. Tapi ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi.

“Aku kembali.” Kibum tersenyum.

Jaemi menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini tidak mungkin. Kibum seharusnya ada di New York sampai sekarang.

“Ini aku.” Kibum berkata lagi. Kibum sudah mengingat semua. Semua kenangan-kenangan manis bersama yeoja itu.

Kibum memeluk Jaemi. Jaemi membeku di dalam pelukan Kibum. Ini bukan mimpi. Kalau ini mimpi ia tidak akan merasakan kehangatan dari Kibum, dan ia juga tidak akan merasakan aroma maskulin Kibum yang selalu disukainya.

“Kenapa kau tidak pernah sekalipun menghubungiku setelah kecelakaan itu?” Jaemi akhirnya berhasil membuka mulutnya untuk berbicara.

“Aku mengalami amnesia. Dan aku sama sekali tidak ingat tentangmu. Selama aku amnesia aku selalu bermimpi tentang dirimu dan akhirnya aku pulang ke Seoul untuk mencarimu.”

“Kau membuatku frustrasi. Aku benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi kalau kau tidak menemukanku sekarang.”

“Tapi sekarang akhirnya kita bertemu lagi kan?” Kibum tersenyum lebar.

Jaemi mengangguk dan tersenyum. “Jangan pernah pergi lagi.”

Kibum mengangguk dan mencium Jaemi.

The feeling of seeing your eyes, your lips – you’re so beautiful
I can’t take my eyes off of you for a moment
No words can take anything away from you
From your head to your toes, you’re the one and only girl
From one to a hundred, I treat you gently
The day you chose me is when the world stops
You’re my world

Dream Girl, seems like I can touch you but I can’t
Dream Girl, every night I wait for you like this
Dream Girl, you sweetly whisper love to me
Then you disappear in the morning, dream girl

Dream Girl, seems like I can touch you but I can’t
Dream Girl, every night I wait for you like this
Dream Girl, remember our love
When the night grows deep, she finds me, dream girl

It’s not a dream.

THE END

4 thoughts on “DREAM GIRL (KIM KIBUM-GO JAEMI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s