Drunken Truth (취중진담) (Kim Jaejoong – Kim Seungmi)

picsay-1362039041

“Ya, Kim Seungmi! Cepatlah sedikit!” Seorang namja yang tengah duduk di kursi pengemudi sebuah mobil putih bergaya retro berteriak.

Kim Seungmi berlari menyebrangi lapangan parkir kampusnya, membawa setumpuk buku di tangannya. Ia segera masuk dan duduk di kursi penumpang di sebelah Kim Jaejoong.

“Lama sekali.” Kim Jaejoong berkata sesaat setelah Seungmi memasuki mobil.

Seungmi hanya membalas, “Mianhae.

“Jadi, kau mau ke mana hari ini?” Jaejoong bertanya.

“Terserah kau.” Seungmi menjawab, “Aku sudah memilih minggu lalu.”

Kim Seungmi dan Kim Jaejoong merupakan sahabat yang sangat karib, dan sudah menjadi ritual bagi mereka untuk hang out berdua setiap hari Jumat dan Sabtu. Sudah menjadi rutinitas bagi Jaejoong pula untuk menjemput Seungmi setiap pulang sekolah pada hari Jumat. Tidak sedikit teman-teman perempuan Seungmi yang meminta untuk dikenalkan pada pria dingin berwajah tampan ini.

“Bagaimana kalau kita ke rumahku saja? Ada lagu yang aku ingin kau dengar.”

“Baiklah.” Jawab Seungmi senang. Ia selalu menanti-nantikan lagu baru buatan Jaejoong. Jaejoong memang hobi menciptakan lagu dan ia dapat dibilang mahir dalam hal itu.

Sesampainya di kediaman Jaejoong, keduanya langsung menuju ruang kerja Jaejoong, di mana Jaejoong biasa menciptakan lagu-lagunya.

Jaejoong duduk di depan keyboardnya dan mulai memainkan sebuah melodi yang indah.

“Bagaimana menurutmu?” Ia bertanya pada Seungmi.

“Tidak buruk.” Seungmi menjawab, “Kau belum menulis liriknya?”

“Belum.”

“Beritahu aku jika lagu ini sudah selesai.”

“Kau akan jadi orang pertama yang tahu.” Jaejoong tersenyum.

“Seungmi-ya,” Jaejoong memulai.

Seungmi menengok ke arahnya, “Ne?

Jaejoong ragu-ragu, “Aniyo.

Jaejoong serasa ingin memukul dirinya sendiri. Mengapa, sulit sekali mengucapkannya? Hanya satu kata. Satu kata yang harus ia sampaikan padanya.

“Kau lapar?” Jaejoong bertanya, “Aku akan memasak makan malam. Kau mau apa?”

Kimchi jiggae!” Seungmi dengan cepat menjawab.

Jaejoong tertawa, “Kau tidak bosan?”

Kimchi jiggae buatanmu paling enak di Seoul. Bagaimana aku bisa bosan?”

Jaejoong mengantar Seungmi pulang setelah mereka selesai makan. Sesampainya di depan pintu rumah Seungmi, Jaejoong ragu-ragu sejenak lalu mengecup kening Seungmi.

Jalja.

Seungmi hanya tersenyum dan masuk ke rumahnya.

Kata itu lagi-lagi tidak terucapkan olehnya. Sudah dua kali ia gagal mengucapkannya hari ini. Dan sudah berpuluh-puluh kali gagal minggu lalu, bulan lalu, bahkan tahun lalu. Sampai kapan ia akan menyimpan perasaannya itu?

Hanya ada satu alasan mengapa ia tidak mengatakannya.

Ia takut.

Ia takut jika Seungmi tidak menerimanya.

Ia takut Seungmi akan melihatnya dengan pandangan jijik.

Ia takut persahabatan mereka hancur.

Ya, seorang Kim Jaejoong takut. Sebuah hal yang hampir mustahil.

Jaejoong pulang ke rumahnya dengan perasaan kesal. Kesal pada dirinya sendiri karena ia seorang pengecut yang tidak berani mengatakan kata itu.

Jaejoong memasuki rumah besarnya dan langsung menuju dapurnya, di mana ia mengambil sebuah gelas dan sebuah botol wine.

Ia ingin melupakan ini untuk sementara. Ia ingin terbebas dari kekesalannya untuk sementara.

Dengan pemikiran itu, Jaejoong menuangkan wine ke dalam gelasnya.

Ia minum, minum, dan minum. Tidak lama waktu berlalu sebelum botol itu habis ia konsumsi. Jaejoong memang seorang peminum yang kuat, tapi bukan berarti minuman keras tidak memiliki efek apapun baginya.

Jaejoong yang mabuk itu mengambil handphone Samsung SIII miliknya dan mengirim sebuah pesan pada Seungmi. Pesan itu singkat, hanya berisikan satu kata. Satu kata yang sudah ia gagal ucapkan untuk kesekian kalinya.

Saranghae.’

‘Tumben sekali kau mengatakan itu padaku! Nado saranghae!! <3′ Seungmi membalas.

Babo. Kau bodoh sekali Kim Seungmi. Tidakkah kau mengerti?” Jaejoong bergumam.

‘Bukan sebagai teman.’

Seungmi tidak bisa berkata-kata. Apakah ada sesuatu yang salah dengannya?

Mata Seungmi melebar, ia menyadari sesuatu. Seungmi yang merupakan orang yang mengenal Jaejoong paling baik, bahkan lebih baik dari orangtua Jaejoong sendiri menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Jaejoong pasti sedang mabuk. Terakhir kali Jaejoong mabuk berat, ia juga mengirim sebuah pesan pada Seungmi, berisi hal-hal yang lebih aneh dari kali ini.

Ya, itu pasti alasannya.

Seungmi segera memakai jaketnya dan berlari menuju mobilnya. Ia berangkat ke rumah Jaejoong dengan panik. Jaejoong tinggal sendirian, tidak ada yang dapat mengurusnya kalau benar ia sedang mabuk.

Seungmi membunyikan bel rumah Jaejoong.

Tidak ada jawaban.

Seungmi membunyikannya terus, sampai akhirnya ia menyerah dan membuka pagar dan pintu rumah Jaejoong dengan kunci serep yang pernah Jaejoong berikan padanya.

Ia segera masuk dan menemukan Jaejoong tergeletak di karpet yang terletak di lantai ruang tamunya, sebuah gelas berisi wine dan botol wine yang sudah kosong di sebelahnya.

“Ya, Kim Jaejoong! Dugaanku benar.” Seungmi menghela napas, “Kau mabuk lagi. Ini sudah yang ketiga kalinya aku melihatmu seperti ini.”

Jaejoong menoleh ke arah Seungmi dan tersenyum, “Seungmi-ya, wasseo?

“Ya, ireona! Ada apa denganmu?”

“Kau terima pesanku?” Ia bertanya, “Seungmi-ya, mianhae. Aku harus mengatakannya. Sudah lama sekali aku ingin mengatakan ini.”

Jaejoong menatap lurus ke mata Seungmi, “Saranghae.

Kim Seungmi tidak bisa menahan tawanya, “Kim Jaejoong, you’re definitely drunk.

Seungmi menuntun Jaejoong masuk ke kamarnya dan membaringkannya di tempat tidurnya.

Ia membelai rambut Jaejoong, “Jalja. Aku pulang dulu.”

Seungmi berdiri dan hendak keluar ketika Jaejoong menarik pergelangan tangannya dan menarik Seungmi dalam pelukannya.

Kajima.

Jantung Seungmi berdegup dengan sangat kencang. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

Saat akhirnya Jaejoong melepaskan Seungmi, ia berkata, “Tinggalah sebentar. Setidaknya sampai aku tertidur.”

Seungmi tidak berkata apapun. Ia hanya membaringkan Jaejoong kembali ke tempat tidurnya dan duduk di sebelahnya. Ia dengan lembut membelai rambut Jaejoong.

“Tidurlah.” Ia berkata pelan.

Jaejoong menutup matanya, “Aku tidak berbohong, Seungmi. Jangan menganggap ucapanku tadi sebagai sebuah lelucon.”

Seungmi terdiam lagi. Apakah yang Jaejoong katakan tadi merupakan perasaannya yang sebenarnya? Atau apakah itu hanya merupakan efek dari wine yang ia minum tadi?

Setelah ia yakin bahwa Jaejoong sudah tertidur pulas, ia berdiri, sangat berhati-hati untuk tidak membangunkannya.

Ia pulang dengan kepala pusing. Semuanya terasa begitu absurd bagi seorang Kim Seungmi.

Jaejoong bangun pagi itu dengan hanya satu pemikiran di otaknya, why the hell did I do that last night?

Mengapa ia melakukannya? Sekarang semuanya entah akan berubah sesuai keinginan Jaejoong, atau semuanya akan hancur.

Jaejoong merenung di bawah guyuran air hangat showernya pagi itu. Ia tidak boleh diam saja. Ia harus melakukan sesuatu. Ia harus menunjukan pada Seungmi bahwa semua yang ia katakan kemarin malam adalah yang sebenarnya, bukan hanya efek minuman keras.

Seungmi menunggu Jaejoong datang. Tidak biasanya ia telat. Ia selalu menjemputnya pada hari Sabtu pukul 10 pagi.

‘Kau di mana?’ Seungmi mengirim pesan pada Jaejoong.

‘Seungmi-ya, mianhae. Aku tidak bisa datang hari ini. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan.’

Aneh. Biasanya sesibuk apapun Jaejoong, ia akan tetap menyempatkan waktu untuk pergi bersama Seungmi.

Seungmi memutuskan untuk mengabaikannya. Mungkin hal itu sangat penting.

Seungmi membuka laptopnya dan melanjutkan drama yang saat ini sudah ditontonnya hingga episode 9. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia menonton drama pada hari Sabtu. Hari Sabtunya selalu diluangkan bersama Jaejoong. Dari pagi hingga malam. Hari ini, melainkan bersama Jaejoong, ia harus tinggal di rumah sendirian, hanya ditemani laptop dan internet.

Seungmi baru saja akan mulai menonton episode ke tiga belas ketika tiba-tiba sebuah email masuk ke inbox Seungmi, disertai dengan sebuah file lagu.

‘Seungmi-ya, lagunya sudah selesai! Dengarlah!^^’

Seungmi mengklik file lagu tersebut dan mendengar alunan melodi yang Jaejoong mainkan untuknya kemarin. Suara lembut Jaejoong mulai terdengar dan telapak tangan Seungmi seketika terangkat menuju mulutnya yang sudah terbuka lebar.

그래 난 취했는지도 몰라

You’re right, I may be drunk

실수인지도 몰라

This may be a mistake.

아침이면 까마득히 생각이 안나

When morning comes, I may act like I don’t remember

불안해할지도 몰라

And act uncomfortable around you.

하지만 꼭 오늘밤엔

But tonight there is something

해야할 말이 있어 약한 모습 미안해도

That I absolutely have to say. I apologize for my current state,

술 김에 하는 말이라 생각지는 마

But please don’t think that I am just saying this because I am drunk.

언제나 네앞 에 서면 준비했었던 말도

Whenever I am in front of you, I prepare myself to say this

왜 난 반대로 말해놓고 돌아서 후회하는지

But I always say the opposite thing, turn around and regret it,

이젠 고백할게

But now I will declare to you

처음부터 너를 사랑해 왔다고

That I have loved you from the start.

이렇게 널 사랑해

I love you so much

어설픈 나의 말이 촌스럽고

Even if my sloppy declaration seems corny or unbelievable,

못미더워도 그냥 하는 말이 아냐

It is not something I am just saying.

두 번 다시 이런 일 없을거야

I’ll probably never do something like this again

아침이 밝아오면

But as the night becomes light

다시 한 번 널 품에 안고 사랑한다 말할게

I will hold you in my arms once again, and tell you that I love you.

자꾸 왜 웃기만 하는거니

Why are you just smiling?

농담처럼 들리니

Do you hear this as a joke?

아무말도 하지 않고

Why are you not saying a word,

어린애 보듯 날바라보기만 하니

But looking at me as you would a child?

언제나 네앞 에 서면 준비했었던 말도

Whenever I am in front of you, I prepare myself to say this

왜 난 반대로 말해놓고 돌아서 후회하는지

But I always say the opposite thing, turn around and regret it,

이젠 고백할게

But now I will declare to you

처음부터 너를 사랑해 왔다고

That I have loved you from the start.

이렇게 널 사랑해

I love you so much

어설픈 나의 말이 촌스럽고

Even if my sloppy declaration seems corny or unbelievable,

아무에게나 늘 이런 얘기하는

This isn’t something I say to just anyone

그런 사람은 아냐

I’m not that kind of man.

너만큼이나 나도 참 어색해

I feel as awkward as you do

너를 똑바로 쳐다볼 수 없어

I can’t even look you in the eye.

자꾸만 아까부터 했던 말 또 해 미안해

I am sorry that I keep on saying the same things I was saying earlier.

하지만 오늘 난 모두 다 말할거야

But tonight I’ll tell you everything

이렇게 널 사랑해

I love you so much

어설픈 나의 말이 촌스럽고

Even if my sloppy declaration seems corny or unbelievable,

못미더워도 그냥 하는 말이 아냐

It is not something I am just saying.

두 번 다시 이런 일 없을거야

I’ll probably never do something like this again

아침이 밝아오면

But as the night becomes light

다시 한 번 널 품에 안고 사랑한다 말할게

I will hold you in my arms once again, and tell you that I love you.

 

Saranghae.” Bisikan Jaejoong terdengar di akhir lagu itu.

Seungmi terdiam, matanya berlinang air mata. Ia begitu bodoh karena tidak memercayai Jaejoong.

Seungmi menghapus air matanya dan berbaring di tempat tidurnya. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

“Seungmi-ya!” Terdengar suara Jaejoong dari luar.

Seungmi membuka jendelanya dan melihat Jaejoong menunggunya di depan rumahnya.

Seungmi segera merapikan pakaiannya, menyisir rambutnya, dan berlari keluar rumah.

“Kau sudah dengar lagunya?” Jaejoong bertanya seraya memberikan setangkai mawar merah yang diterima Seungmi dengan ragu-ragu.

Seungmi mengangguk, “Lagunya indah sekali, Jae.”

“Jadi?”

Mianhago, gomawo,” Seungmi berhenti sejenak sebelum melanjutkan,

Geurigo, saranghae.”

END.

A/N: Akhirnya selesai. Pertama-tama, gue mau minta maaf dulu sama Leadernim, tokoh di FF gue yang absurd ini, dan Jihyun, yang memilih lagu ini. FF ini aneh. Banget. Gue aja sampe bingung kenapa gue buat FF kayak gini. FF ini gue selesaiin hari Minggu malem-malem, sampe hampir jem 12 padahal besoknya ulangan mat. Sebenernya yang membuat FF ini lumayan panjang adalah lirik lagu yang gue tambahin di akhir. Dan gambar di awal adalah failed attempt gue dalam membuat poster karena waktu itu gue bosen.

Sekilas aja tentang lagu Drunken Truth, lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh penyanyi ‘jadul’ Korea, Kim Dong Ryul dan sudah dicover sama banyak penyanyi-penyanyi sekarang, termasuk oleh JYJ’s Yoochun, Super Junior’s Kyuhyun, SHINee’s Onew, dan yang menurut gue paling bagus, oleh Fly to the Sky. Versinya Fly to the Sky ini merupakan remake acapella yang ada di album mereka yang Recollection.

Links!

Original/Kim Dong Ryul’s Version

Yoochun’s Version

Kyuhyun’s Version

Onew’s Version 1 | 2 (gue nemu dua performance, tapi sayangnya dua-duanya gak full T.T)

Fly to the Sky’s Version

Oke, A/N gue panjang banget..

Well, that’s all from me. Hope you enjoyed the story! ^^

– Kim Jaerin (Celine)

7 thoughts on “Drunken Truth (취중진담) (Kim Jaejoong – Kim Seungmi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s