And I Love You.. (Man Version) (Cho Kyuhyun – Cho Jiyoung)

tumblr_md2mql6uz61qeyssto1_500

If you look into my mind


I may lower my head, as my heart is so hurt


How many seasons I pass through


How can I wake up from this sad dream?


It won’t happen again,
 to cry that I miss you


My scared heart, won’t love again

 

I love you and…


Throughout the night I try to erase you from my mind


You’re right in front of me, Yet I cannot reach you


I can’t forget you, I miss you


What I breathe is like death


I am too scared …

 

I will be waiting, I will be trying


Don’t tell me you leave me for my sake (I leave for yours)


If you love me, If we share the same mind


Please stay my heart …


Until it beats …. until it beats ….

***

Saturday, 22nd of December 2012

Seoul, South Korea

14.57 PM

 

“Hei, kau masih ingat bagaimana kita bertemu pertama kali ?”

Jiyoung bertanya kepada Kyuhyun. Namja itu membuang mukanya lalu kembali melihat ke arah Jiyoung.

“Cih. Kau kira aku sebodoh dirimu sehingga bisa melupakan hal itu ?” Tanya balik Kyuhyun kepada Jiyoung.

“Ya ! Kau benar-benar menyebalkan kau tahu itu ?!”

“Memang aku menyebalkan. Lalu apa kau kira kau tidak menyebalkan juga ?”

“Aku tidak tahu harus menjawab apa lagi kepadamu.”

“Bodoh.”

“Kau juga bodoh mau berkencan denganku.”

“Aish, dwaesseo.”

Kyuhyun pun berdiri dari tempat duduknya dan mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa uang lalu menaruhnya diatas meja yang tengah mereka gunakan. Jiyoung pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Kyuhyun yang  jauh sudah didepannya. Ia pun sedikit berlari kecil untuk berjalan disamping Kyuhyun.

Mereka berdua pun keluar dari restoran yang mereka tempati sekarang dan berjalan bersampingan.

“Jadi,” lanjut Jiyoung. “Kau masih ingat dimana kita bertemu ?” Tanya Jiyoung sambil menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun.

“Bagaimana aku melupakannya, bodoh.” Jawabnya singkat.

Kyuhyun memasukkan kedua tangannya pada saku celananya lalu menghelakan nafasnya pelan. Ia melirik ke arah Jiyoung dan mendapatinya menggosok kedua tangannya dan meniup-niupkan tangannya, berusaha untuk menghangatkan dirinya.

“Chueoyo ?” Tanya Kyuhyun kepada Jiyoung.

“Eo.” Jiyoung mengangguk dan terus meniup-niupkan tangannya.

“Kau tidak memakai sarung tangan ?”

“Aku lupa membawanya dari rumah.” Jiyoung pun memasukkan kedua tangannya kedalam saku coat dinginnya, sedikit berharap supaya tangannya bisa lebih hangat.

“Bodoh. Kau telat bangun lagi dan melupakan hal itu ? Memorimu benar-benar buruk, Young-a.” kata Kyuhyun.

“Memoriku memang buruk, lalu mengapa ?” Tanya Jiyoung lagi. Kyuhyun mendesahkan nafasnya keras, lalu dengan kasar ia melepaskan sarung tangan kanannya.

Kyuhyun pun menarik tangan kanan Jiyoung lalu memasukkan tangan gadis itu kedalam sarung tangannya. Ia pun menarik tangan Jiyoung yang satu lagi, mengenggamnya erat, lalu memasukkan tangan mereka kedalam saku coat dinginnya.

“Bodoh.” Kata Kyuhyun lagi sambil berjalan lebih pelan dari sebelumnya disamping Jiyoung.

“Tidak ada orang yang pernah mengatakan aku pintar.” Jawab Jiyoung sambil menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun. Ia pun harus mendongak sedikit mengetahui Kyuhyun yang mempunyai badan yang lebih tinggi darinya.

“Kau tahu, bahkan aku tidak pernah mengatakanmu pintar ?” Tanya Kyuhyun tanpa melihat kearah Jiyoung. Ia pun menyipitkan matanya sedikit saat angin berhembus kencang mengenai matanya.

“Aish. Kau juga bodoh kau tahu itu ?”

“Aku memenangkan olimpiade matematika dan kau mengatakanku bodoh ? Apakah ada masalah dengan otakmu ?”

“Otakku bekerja dengan sangat baik, Cho Kyuhyun. Otakmu saja yang berbeda dengan otak manusia.”

Kyuhyun pun tertawa kecil sambil melihat kearah Jiyoung.

“Jadi kau mengatakanku bagaikan alien ? Begitu maksudmu ?” Tanya Kyuhyun dengan senyumnya yang terpasang diwajahnya.

Jiyung mengangguk sedikit lalu mendongakkan kepalanya sedikit kearah Kyuhyun lalu tertawa.

“Kau ada pekerjaan apa setelah ini, Kyu ?” Tanya Jiyoung kepada Kyuhyun setelah mereka berjalan sedikit lebih jauh.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

“Aku rasa tidak ada.” Kata Kyuhyun sambil mengecek jadwalnya pada ponselnya.

“Eo. Aku ada photo shoot majalah sekitar jam empat nanti.” Lanjut Kyuhyun sambil mengecek jam tangannya.

“Dan sekarang jam tiga.” Kata Jiyoung sambil memandang ke arah Kyuhyun.

“Aku rasa sebaiknya kau pergi sekarang daripada kau terlambat. Agencymu akan kesal jika  kau terlambat lagi karenaku, kan ?” tanya Jiyoung kepada Kyuhyun.

Namja itu hanya mengangguk kecil lalu membuka pintu mobilnya saat mereka sampai didepan mobil milik Kyuhyun.

Jiyoung menarik tangannya keluar dari saku Kyuhyun lalu masuk ke dalam mobil namja itu.

Kyuhyun pun menutup pintu itu lalu berjalan ke bagian kiri mobil itu, lalu masuk kedalam mobil itu lalu terduduk dibalik pengemudi.

Ia menyalakan mesin mobil lalu menjalankan mobil itu.

Ia mengantar Jiyoung pulang ke rumahnya lalu membawa dirinya sendiri ke tempat photo shoot majalah itu.

***

“Na wasseo !” teriak Kyuhyun saat ia sampai pada tempat photoshootnya.

“Ya ! Cho Kyuhyun wasseo !” teriaknya lagi saat ia tidak mendengar siapa pun yang menjawabnya.

Terdengar olehnya suara sepatu yang berjalan diatas lantai itu yang menghasilkan bunyi jelas dan kencang.

Bayangan hitam itu pelan-pelan terlihat oleh Kyuhyun dan ia pun membelalakkan matanya saat ia menyadari siapa yang datang untuk menemuinya.

Ibunya sendiri ?

“Eomma, jigeum mwohae ? Mengapa kau ada disini ? Dan, seharusnya aku ada photoshoot sekarang, jadi aku minta bantuanmu untuk tidak–“

“Putuskan yeoja itu.” Ibu dari Kyuhyun memotong kalimat Kyuhyun yang berhasil membuat namja itu membelalakkan matanya tidak percaya.

Dalam hidupnya ini pertama kali ia mendengar ibunya berbicara dengannya dengan nada ini.

“Memangnya kau ada masalah dengannya ?”

“Dia tidak pantas untuk bersama denganmu, kau tahu itu ?”

“Kau tidak tahu apa-apa tentangnya, eomma. Jadi kau tidak boleh mengatakan hal-hal buruk tentangnya.”

“Asal kau tahu, aku telah mengawasinya sejak dulu. Dia tidak cukup pintar, kaya, dan cantik untuk bisa bersamamu.”

“Lalu apa yang akan eomma lakukan jika aku tidak akan mengikuti permintaanmu ?” tantang Kyuhyun. Ibunya pun mencibirnya lalu melipat kedua tangannya didepan dadanya.

“Kau tahu persis apa yang bisa eomma lakukan padanya, adeul.”

Kyuhyun menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya kuat.

“Kau jangan berani menyentuhnya. Sekali kau lakukan itu, aku tidak akan ragu untuk mengahancurkan karirku dan kau tidak bisa melakukan apapun setelah itu.”

Kyuhyun menunjuk ibunya itu dengan jari telunjuknya dan memandangnya dengan tatapan tajamnya. Matanya berubah merah menahan emosinya yang terus memuncak.

Ia pun membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menjauh dari ibunya itu.

“Apakah eomma sudah mengatakan bahwa kau sudah bertunangan dengan Im Si Hae ?” teriak ibunya saat ia hendak membuka pintu ruangan itu yang berhasil membuatnya menghentikan aksinya itu.

Ia pun menghelakan nafasnya keras lalu keluar dari ruangan itu.

Dan sejak itu pun, Kyuhyun berjanji kepada ibunya untuk menjauhkan Jiyoung demi keselamatan yeoja itu sendiri.

***

Saturday, 5th of January 2013

Seoul. South Korea

12.29 AM

 

“Eomma perkenalkan kepadamu, Im Si Hae.” Kata ibu dari Kyuhyun sambil tersenyum. Tangannya menunjuk kearah Si Hae dengan sopan dan tangannya yang satu lagi menarik tangan Kyuhyun untuk mendekatkan dirinya dengan gadis itu.

Kyuhyun menyipitkan matanya, lalu menghelakan nafasnya pelan. Ia pun menyodorkan tangannya kedepan yeoja itu dan menatapnya dengan tatapan kosongnya, tatapan yang sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan apapun.

“Cho Kyuhyun imnida.”

Si Hae pun tersenyum kearah Kyuhyun, setengah berharap bahwa Kyuhyun akan membalas senyumannya, dan dengan antusias menerima tangan Kyuhyun, dan digerakkannya sedikit. Ia memandang kedua mata Kyuhyun dengan mata besar hitamnya.

Tentu saja Si Hae sangat antusias bertemu dengan Cho Kyuhyun. Siapa yang tidak menginginkan namja itu sebagai pendamping hidup mereka ?

“Im Si Hae imnida. Bangapseumnida, Cho Kyuhyun-ssi.” Balas Si Hae kepada Kyuhyun. Ia pun membungkukkan badannya sedikit dan tersenyum lagi kepada Kyuhyun yang sama sekali tidak tersenyum atau pun membungkuk balik kepadanya.

Kyuhyun melepaskan tangannya yang sedari tadi digenggam oleh Si Hae dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

Ia pun menghelakan nafasnya kencang, yang berhasil membuat Si Hae merasa tidak enak, dan membalikkan badannya kearah ibunya.

“Apakah sudah selesai ? Aku mempunyai janji bersama Jiyoung dan aku tidak ingin terlambat.” Katanya sambil melihat kearah ibunya.

“Jiyoung ?” Tanya Si Hae kepada Kyuhyun dan juga calon mertuanya. Ia memandang kedua orang itu bergantian menunggu jawaban.

Ibu dari Kyuhyun tersenyum kepada Si Hae sebelum berbicara.

“Jiyoung bukan siapa–“

“Jiyoung yeojachingu-ku. Memangnya kau ada masalah ?”

Kyuhyun memotong kalimat ibunya dan memandang Si Hae lagi. Senyum yang sebelumnya terlihat di wajah yeoja itu pun pudar saat mengetahui bahwa Kyuhyun mempunyai kekasih yang tentu bukan dirinya.

“Cho Kyuhyun ! Eomma tidak mengajarimu untuk bertindak tidak sopan seperti itu !” bentak ibu dari Kyuhyun sambil memandang Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

“Aku tidak menginginkan hal ini, eomma. Semua ini terserahku mau menerimanya atau tidak. Bisa saja aku menolaknya saat kami berada di altar nanti. Bukankah cara seperti itu lebih menyenangkan dan dramatis ?” balas Kyuhyun kepada ibunya.

Terlihat olehnya, ibunya menghembuskan nafasnya kencang dan berjalan lebih dekat kearahnya.

“Lakukan saja itu, dan kau tidak akan bisa bertemu lagi dengan Jiyoung-mu.” Bisik ibunya tepat pada telinga Kyuhyun dengan sangat pelan agar Si Hae tidak dapat mendengar apa-apa tetapi Kyuhyun tahu, nada yang digunakan ibunya itu menunjukkan bahwa wanita tua itu tidak sedang bermain-main.

Kyuhyun membalas tatapan ibunya dengan tidak kalah tajam lalu menunjuk kearah wajah ibunya dan menggertakkan giginya.

“Kau berani menyentuhnya, aku tidak segan-segan akan membunuhmu, ibuku tersayang.” Tantang Kyuhyun.

Ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan ibunya yang masih tidak percaya dengan kalimat yang barusan dikatakannya dengan nada mematikan dan Si Hae yang masih tidak mengtahui masalah apapun.

“Jika kau tidak membatalkan janji itu dan jalan bersama Si Hae, aku akan membunuhnya sekarang juga.” Teriak kecil ibunya saat Kyuhyun hendak membuka pintu ruangan itu.

Kyuhyun menghentikan tangannya yang masih terangkat diudara dan membalikkan badannya. Dengan cepat ia memandang ibunya dengan tatapan yang jauh lebih mengerikan dari biasanya.

Ibunya tersenyum kemenangan kecil lalu berjalan kearah Kyuhyun dan mengisyaratkan Si Hae untuk mengikutinya.

“Jauhi yeoja itu. Kau tahu apa yang akan terjadi jika kau sekali saja menghubungkannya.” Bisik kecil ibunya lagi saat wanita tua itu sudah berdiri disampingnya.

Ibunya pun membuka pintu yang tadi hendak ia buka dan meninggalkan Kyuhyun bersama Si Hae.

“Kau jangan bermacam-macam denganku.” Kata Kyuhyun sinis sambil memandang kearah Si Hae.

Ia pun keluar dari ruangan itu, yang berhasil membuat Si Hae mengikutinya dibelakangnya.

***

Tuesday, 15th of January 2013

Seoul, South Korea

15.50 PM

 

Ibunya memaksanya lagi –lebih tepat mengancamnya lagi– untuk pergi makan siang bersama tunangan barunya, hanya berdua, dan jika ia tidak lakukan itu, wanita tua itu akan menghancurkan keluarga Cho Jiyoung.

Apa yang bisa Cho Kyuhyun lakukan dengan masalah ini ? Ia hanya bisa mengikuti ucapan ibunya yang tersayang itu dan berharap bahwa Jiyoung melihatnya dalam keadaan seperti ini.

Jiyoung bisa menyalah pahamkan masalah ini dan ia tidak bisa melakukan hal apapun untuk menjelaskan semua ini kepadanya karena ia memang terlarang untuk melakukannya bukan ?

Tetapi ternyata masalah ini semakin besar, karena pada hari itu juga, seorang Cho Kyuhyun menemukan Cho Jiyoung yang sedang menatapnya dengan tatapan tidak percayanya dan seakan-akan akan menangis saat ia keluar dari suatu restoran setelah ia makan siang bersama dengan Si Hae yang tengah menggandengkan tangannya.

Demi Tuhan, ia bisa lama-kelamaan mati jika ia terus dilarang oleh ibunya seperti ini.

***

Wednesday, 16th of January 2013

Seoul, South Korea

11.37 AM

 

TOK TOK TOK

Kyuhyun pun berjalan menuju pintu rumahnya dan membuka pintu itu setelah ia mendengar ketukan yang kedua kalinya.

Matanya membelalak tidak percaya saat mendapati Jiyoung berdiri didepannya sambil menundukkan wajahnya.

“Cho Kyuhyun..” panggil yeoja itu saat menyadari kaki Kyuhyun yang muncul didepannya saat ia menundukkan wajahnya.

Jiyoung pun berdeham kecil sebelum melanjutkan.

“Kau.. apakah kau sedang berselingkuh denganku ?” tanyanya sambil mendongakkan kepalanya memandang Kyuhyun.

Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam sakunya dan berdeham kecil. Ia pun menyipitkan kedua matanya sambil melihat kearah Jiyoung.

“Kalau aku menjawab ‘ya’, memangnya apa yang akan kau lakukan ?” Tanya Kyuhyun balik.

Jiyoung tersenyum tidak percaya. Ia pun mendengus sebelum melanjutkan kalimatnya.

“Aku akan mengakhiri hubungan ini, tentu saja.”

“Kalau begitu, jawabanku adalah ya. Ya, aku tengah berselingkuh darimu.”

Jiyoung membelalakkan matanya tidak percaya saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun.

“Cho Jiyoung, bukannya semustinya kau mengatakan ingin mengakhiri hubungan ini sekarang ?” lanjut Kyuhyun.

Namja itu bersender pada pintu yang masih dibukanya dan memandang Jiyoung didepannya yang masih tidak ia biarkan masuk kedalam rumahnya.

Jiyoung menundukkan wajahnya. Salah satu tangannya terlihat terangkat dan ia mengelap air matanya yang Kyuhyun yakin sudah keluar dari mata yeoja itu

“Baiklah jika kau tidak akan melakukannya, aku akan melakukannya untukmu.” Kata Kyuhyun saat ia menyadari Jiyoung tidak akan mengucapkan kata-kata itu dalam waktu yang singkat.

“Aku ingin mengakhiri hubungan ini. Yeoja itu jauh lebih baik darimu, kau tahu itu ?” lanjut Kyuhyun.

Dan setelah itu pun, Kyuhyun membanting pintu itu sampai tertutup dan menyenderkan badannya pada pintu yang barusan ia tutup itu.

Demi Tuhan, ia bisa mendengar Jiyoung masih menangis didepan rumahnya, lebih tepat dibelakangnya, dan hal itu membuatnya ingin membiarkan tetesan air matanya yang ia tahan keluar begitu saja.

Pada hari itu, dan pada jam itu juga, dirinya, seorang Cho Kyuhyun, telah membohongi kekasihnya sendiri, ani, matan kekasihnya yang beberapa detik yang lalu ia putuskan untuk pertama kalinya. Ia hanya berharap Jiyoung segera pergi dari rumahnya supaya setidaknya ia tidak dapat mendengar yeoja itu menangis lagi.

Dan saat Kyuhyun tidak mendengar suara tangisan apapun lagi, ia pun menghelakan nafanya kencang. Ia pun berteriak sangat kencang hingga ia yakin seluruh orang dirumahnya yang besar itu terkaget dan beberapa terbangun.

Tetapi ia tidak peduli dengan semua itu.

Ia telah kehilangan yeoja yang selalu ia idamkan seluruh hidupnya dan ini semua berkat ibunya yang sangat ia sayangi.

***

Saturday, 26th of January

Seoul, South Korea

19.06 PM

 

Persetan dengan semua ancaman-ancaman ibunya. Ia akan mengubungi kekasihnya itu dan menjelaskan semua yang telah terjadi beberapa minggu ini.

Tapi ia tidak akan menelpon JIyoung begitu saja, bukan ?

Kyuhyun pun mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan mencari nama yang ia cari dan setelah ia menemukannya, ia pun langsung menelpon orang itu dan berharap bahwa panggilannya akan diangkat.

Waeyo, Cho Kyuhyun-a ?

Kyuhyun menghelakan nafasnya lega saat mendengar suara ramah JIhyun di seberang sana yang mengangkat panggilannya.

“Jihyun-a,” panggil Kyuhyun. Ia pun berdeham kecil sebelum melanjutkan. “Bagaimana kabar Jiyoung, Jihyun-a ? Apa dia baik-baik saja ?” tanyanya kepada Jihyun.

“Kabarnya ? Sejujurnya aku belum mendengar lagi darinya, tetapi aku harap dia baik-baik saja.”

Kyuhyun mengerutkan kedua alisnya saat telinganya menangkap kalimat terakhir sahabat dari kekasihnya itu.

“Kau belum mendengar lagi darinya ? Maksudmu ?”

Demi Tuhan, Cho Kyuhyun, kau benar-benar tidak tahu ?!

“Tidak tahu apa, Jihyun-a ?!” teriak Kyuhyun pada ponselnya sendiri. Tingkat kuriositinya sudah sampai puncaknya dan ia tidak dalam mood untuk bermain sekarang.

She moved to the US, for God’s sake ! She didn’t tell you ? She left yesterday !” teriak balik Jihyun kepada Kyuhyun.

Setelah mendengar kalimat terakhir itu, Kyuhyun tidak tahu lagi apa yang ia lakukan setelah itu. Entah ia mematikan hubungan antara Jihyun dengannya atau apapun.

Yang ia tahu adalah ia membating ponselnya itu sehinggan benda itu sudah tidak terbentuk lagi. Kaca ponselnya pecah dan bahkan ia sudah tidak dapat membedakan lagi antara mesin ataupun badan ponsel miliknya sendiri.

Kyuhyun berteriak kencang, sangat kencang dan berkali-kali sampai ia yakin besok ia tidak akan dapat berbicara seperti biasanya. Matanya merah, sangat merah dan terus meneteskan air matanya yang terus mengalir entah dari mana asalnya. Tangannya bergerak tidak terkontrol dan menjatuhkan semu barah yang bisa ia capai. Buku, pajangan meja, frame-frame foto, ataupun bola bumi kecil yang terletak dimeja kerjanya ia jatuhkan semuanya dilantai dan menimbulkan suara-suara keras dan suara benda pecah.

Ia meninjukan kepalan tangannya pada kaca dan dinding tembok yang berhasil ia pecahkan dan ditinggalkannya bercak merah darah akibat kepalan tangannya yang berdarah terkena pecahan kaca itu. Kakinya menendang lemari pajangan yang bernilai juta-jutaan sehingga masing-masing kayu dari lemari itu terlepas. Ia menarik korden yang terpasang disamping jendela kacanya sehingga terlepas dan dijatuhkan begitu saja oleh Kyuhyun pada lantai ruangan itu.

Kyuhyun pun berdiri tidak bergeming memandang lantai ruangan itu serta barang-barang yang berhasil ia rusak sambil menarik nafasnya dalam-dalam, mengisi paru-parunya dengan udara penuh oksigen.

Kyuhyun pun terus melangkahkan kakinya kebelakang hingga punggungnya tertabrak dinding dibelakangnya. Ia pun pelan-pelan menjatuhkan tubuhnya dan tidak lama kemudian ia terududk pada lantai ruangan itu. Tangannya yang berdarah akibat pecahan kaca tadi menjambak rambutnya keras sehingga mengakibatkan rambutnya yang basah dan lengket akibat darahnya sendiri.

Kyuhyun pun menangis lagi dan keadaannya seperti mayat hidup.

Yeoja itu sudah pergi darinya. Satu-satunya yeoja yang ia cintai sudah meninggalkannya dan semustinya sejak dulu ia tidak mengacuhkan ancaman ibunya dan mengancam wanita tua itu dengan ancamannya yang menurutnya bisa jauh lebih kejam daripada ancaman wanita tua yang ia bencikan itu.

Ia bodoh. Ia sangat bodoh.

 

“Apa kau membenciku ?”

“Ya. Aku membencimu. Bagiku kau bagaikan orang yang mempunyai dua wajah. Terlihat sempurna dimata fansmu dan terlihat menjijikan dan jahat didepan orang yang sama sekali tidak menyukaimu.”

“Lalu jika kau membenciku, mengapa kau berada di gedung ini, terutama sesudah aku menyelesaikan konserku ?”

Kyuhyun berjalan mendekati yeoja itu sehingga badan yeoja itu menempel pada tembok dibelakangnya. Ia pun melipat kedua tangannya didepan dadanya dan masih memandang yeoja itu tajam.

“Sahabatku berhasil menyeretku ke konsermu. Kau kira aku mau datang ke konser ini ? Jika dia tidak menawarkanku puluh-puluhan novel yang dapat kubeli dengan uangnya aku tidak akan perlu datang kesini. Masih ada pertanyaan yang lain ?”

Terlihat olehnya, Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan lalu tersenyum kearahnya.

“Namamu.”

“Jika aku menjawab pertanyaan terakhir itu aku boleh pergi ?”

“Ne.”

Yeoja itu terlihat ragu untuk sementara dan menghelakan nafasnya pelan.

“Nae ireum Jiyoung. Cho Jiyoung.”

“Dan aku Cho Kyuhyun. Kau sudah mengetahuinya bukan ?”

 

“Cho Jiyoung….” Bisik Kyuhyun terakhir kalinya.

 

THE END

3 thoughts on “And I Love You.. (Man Version) (Cho Kyuhyun – Cho Jiyoung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s