Fire (Cho Kyuhyun – Cho Jiyoung)

Image

Kyuhyun melirik jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 dan kedua member lainnya belum juga datang. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan iPhone 5-nya.

Hyung! Kau di mana? Kita hampir terlambat.” Katanya setelah teleponnya tersambung.

“Oh, Kyuhyun-ah, Ryeowook sudah sampai. Tunggulah sebentar, aku juga sudah di depan.” Yesung mengakhiri pembicaraan itu singkat.

Kyuhyun menghela napasnya, mereka akan ketinggalan pesawat jika Ryeowook dan Yesung tidak segera.

“Kyuhyun-ah!” Ryeowook berlari ke arah Kyuhyun, “Mianhae, aku telat bangun.”

Kyuhyun sekali lagi menghela napasnya, “Di mana Yesung hyung?”

“Di sini!” Yesung menghampiri mereka dengan terburu-buru, “Ayo, pesawat kita akan berangkat sebentar lagi.”

Ketiga member Super Junior KRY itu duduk di tempat yang telah disediakan di Business Class pesawat tersebut.

“Siapa yang akan menjemput kita nanti?” Tanya Kyuhyun.

“Seorang gadis Korea. Ia lulusan sastra Jepang dan bekerja di Avex sebagai seorang interpreter untuk beberapa artis Avex asal Korea.” Jawab manager mereka.

“Jadi, ia akan menjadi interpreter kita selama di Jepang?” Ryeowook bergabung dalam percakapan mereka.

Manager mereka mengangguk, “Ia akan membantu kalian dalam interview-interview yang harus kalian lakukan.”

Pesawat yang ditumpangi mereka tiba di bandara Narita, Tokyo. Kyuhyun, Ryeowook, Yesung, serta manager mereka segera turun dan menuju tempat pengambilan bagasi. Setelah itu, mereka pun segera keluar dari airport.

Lautan fans menyambut mereka di depan airport,

“Kyuhyun oppa! Saranghae!”

“Super Junior jjang!”

“Ryeowook oppa!!”

“Yesung-san, aishiteru!”

Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung hanya bisa tersenyum dan melambai kepada para fans yang telah datang untuk menyambut mereka di bandara.

“Minna-san, arigatou!” Teriak Kyuhyun sesaat sebelum memasuki van hitam yang sudah menunggu mereka.

Konnichiwa. Selamat datang di Tokyo.” Seorang gadis menyapa mereka dari kursi depan di sebelah pengemudi, “Hajimemashite, watashiwa Jiyoung desu. Cho Jiyoung.”

“Saya akan menjadi interpreter kalian selama di Jepang.” Lanjutnya dalam bahasa Korea.

“Ah, Jiyoung-ssi bangapseumnida.” Manager mereka menjabat tangan Jiyoung.

Jiyoung membisikkan sesuatu ke telinga manager Super Junior KRY itu dan ia tertawa kecil seraya menunjuk member KRY satu persatu, “Ini Kyuhyun, Ryeowook, dan yang tidur di belakang adalah Yesung.”

“Kau tidak mengenali kami?” Kyuhyun bertanya tidak percaya.

Gomennasai, aku bukan penggemar berat.”

“Jadi kau penggemar siapa?”

“SHINee.”

“Kalau begitu bekerjalah untuk SHINee.”

“Maunya juga seperti itu.” Jiyoung menjawab ketus, mulai kesal dengan member yang satu itu.

Mereka menghabiskan sisa perjalanan dalam kediaman, tidak ada satu patah kata pun yang diucapkan.

Sesampainya di depan hotel, Jiyoung menyerahkan secarik kertas pada masing-masing member beserta manager mereka, “Ini nomor teleponku. Jika kalian membutuhkan bantuan, teleponlah.”

“Hai, arigatou Jiyoung-san.” Jawab Ryeowook sopan.

Jiyoung tersenyum dan meninggalkan mereka.

“Aku tidak tahu kau bisa berbahasa Jepang.” Yesung bertanya.

“Sungmin mengajariku.”

“Hari ini beristirahatlah.” Manager mereka memberitahu, “Jadwal kalian untuk besok sangat padat.”

Paginya, Jiyoung menjemput mereka dengan van hitam yang mereka gunakan kemarin.

“Ohayou gozaimasu!” Jiyoung menyapa dengan ceria.

“Ohayou gozaimasu.” Mereka membalas sapaannya.

“Hari ini kalian ada empat interview di empat tempat yang berbeda, interview pertama dimulai pukul setengah 12 siang.” Jiyoung mengecek jadwal mereka, “Dan ada photoshoot untuk majalah nanti malam.”

Ketiga member KRY langsung menghela napas serentak. Betul yang dikatakan manager mereka, jadwal mereka hari ini sangat padat.

Setelah makan siang, mereka memulai jadwal mereka.

Konnichiwa Yesung-san, Kyuhyun-san, Ryeowook-san. Boleh kita mulai interviewnya?” sang interviewer menjabat tangan mereka satu persatu.

Kyuhyun, Yesung, dan Ryeowook melakukan keempat interview dan photoshoot dengan sempurna berkat bantuan dari Jiyoung.

“Jiyoung-san, terima kasih atas bantuannya hari ini.” Yesung berkata pada Jiyoung.

Douitashimashite, Yesung-san. Kalian telah bekerja keras hari ini.” Jiyoung tersenyum pada mereka, “Aku membelikan sesuatu untuk kalian.”

Jiyoung mengambil tiga botol minuman dari kantong plastik di sampingnya dan membagikannya kepada mereka, “Aku membelinya saat kalian photoshoot tadi. Kuharap kalian suka rasa lemon. Ini rasa favoritku.”

“Apa ini?” Tanya Kyuhyun.

“Ini ramune. Orang Jepang sering menyebutnya mabu soda.”

“Umm, Jiyoung-ssi, bagaimana cara membukanya?”

“Ditekan kelerengnya.” Jiyoung menekankan sesuatu dia tas kelereng yang menyegel botol tersebut. Kelereng tersebut masuk ke dalam botol, membuka mulut botol tersebut.

“Whoa~ daebak!” Ryeowook mengambil kembali botolnya dari Jiyoung.

Jiyoung tertawa, “Reaksimu persis seperti saat aku mencoba ramune untuk pertama kali.”

“Baiklah, aku pulang sekarang. Sampai ketemu besok.” Jiyoung melambaikan tangannya.

Keesokan harinya, mereka kembali melaksanakan pekerjaan mereka. Dari interview, photoshoot, sampai performance di beberapa stasiun TV.

Empat hari berturut-turut mereka bekerja dengan sedikit sekali waktu untuk beristirahat. Jiyoung selalu menyemangati mereka dan membelikan mereka sebotol ramune setiap malam setelah kegiatan mereka selesai dengan rasa yang berbeda-beda tiap harinya atas kemauan Kyuhyun.

“Kau sudah kecanduan ramune.” Jiyoung berkata sambil menyerahkan ramune rasa anggur pada Kyuhyun.

Ryeowook dan Yesung sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, tetapi Kyuhyun memaksa Jiyoung untuk menemaninya ke mini market terdekat untuk membeli ramune.

“Bukan salahku minuman ini enak.” Kyuhyun membuka botol ramune-nya.

Setelah berhari-hari, member KRY itu sudah dapat membuka botol ramune dengan mudah.

“Minuman ini memang enak,” ucap Jiyoung, “Tapi bahkan aku pun tidak meminumnya setiap hari.”

“Tetapi kau tidak melihat minuman ini setiap hari di Korea.” Kyuhyun membalas.

Kyuhyun dan Jiyoung menghabiskan minuman mereka sambil berjalan-jalan di sebuah taman di dekat hotel.

“Kau punya sebotol lagi?” Tanya Kyuhyun.

Jiyoung mengeluarkan sebotol ramune rasa stroberi dari kantong belanjaannya, “Aku sudah tahu kau pasti akan minta lagi.”

Kyuhyun tertawa, “Arigatou.”

Jiyoung memperhatikan Kyuhyun membuka botol ramune keduanya, “Kau benar-benar sudah kecanduan.”

“Sepertinya begitu.”

Hari terakhir mereka di Jepang, manager mereka memberikan mereka hari bebas, di mana mereka dapat melakukan apapun yang mereka mau.

Kyuhyun segera mengambil tasnya dan memasukkan dompet serta handphonenya.

Hyung, kita diberi hari bebas dan kau tidur?” Ia bertanya pada Yesung.

“Pergilah.”

“Hyung, ikutlah denganku. Kau akan membiarkanku berkeliaran di Tokyo sendirian?”

“Ajak Ryeowook saja.”

“Ia sedang berenang di bawah.”

“Telepon Jiyoung.”

“Hyung!”

“Jangan ganggu aku, Kyuhyun-ah.

Kyuhyun akhirnya menyerah dan menelpon Jiyoung.

“Cho Jiyoung, kau bisa menemaniku keliling Tokyo?”

“Kau ingin berkeliling Tokyo?” Jiyoung bertanya.

Eo, dan hyungdeul tidak mau menemaniku.”

Jiyoung tertawa, “Baiklah, aku akan segera ke sana.”

Jiyoung menemui Kyuhyun yang sudah menunggunya di depan hotel, “Kau ingin ke mana?”

“Tokyo Tower.”

Kyuhyun dan Jiyoung segera memanggil taksi dan pergi mengunjungi Tokyo Tower.

“Kau ingin naik ke atas?” Jiyoung menunjuk bangunan tinggi itu.

Kyuhyun mengangguk, “Tentu saja.”

Mereka berdua membayar tiket masuk dan naik menuju observation deck.

“Ini pertama kalinya aku naik ke Tokyo Tower.”

“Pertama kali?” Kyuhyun bertanya, “Bukankah kau sudah lama tinggal di sini? Tidak pernah sekalipun kau naik ke sini?”

Jiyoung menggeleng, “Dari hari pertama aku sampai di Jepang, waktuku diisi dengan belajar dan bekerja. Susah mencari waktu untuk berkeliling Tokyo.”

“Kau beruntung ada aku kalau begitu.” Kyuhyun menyeringai.

“Bisa dibilang begitu.” Jiyoung tersenyum, “Kau mau ke mana setelah ini?”

“Kau yang pilih.”

Jiyoung berpikir sesaat, “Kau mau naik Tokyo Cruise?”

“Tokyo Cruise?”

Jiyoung mengangguk, “Di sungai Sumida.”

Kyuhyun menyetujuinya dan mereka pun segera berangkat.

“Jadi ini sungai Sumida.” Ucap Kyuhyun, terpukau dengan keindahan sungai tersebut berlatarbelakang kota Tokyo.

“Aku melewati sungai ini setiap hari, tapi sekali lagi, aku tidak pernah punya waktu untuk naik Tokyo Cruise.”

“Kalau begitu hari ini kesempatanmu.” Kyuhyun menawarkan tangannya pada Jiyoung.

Jiyoung menerimanya, “Arigatou, Kyuhyun-san.”

Kyuhyun dan Jiyoung kemudian menuju pusat kota Tokyo.

“Jiyoung-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?”

Jiyoung menoleh ke arah Kyuhyun, “Silakan saja.”

“Saat kita pertama bertemu di bandara,” Kyuhyun menghela napas dan berkata kesal, “Kau benar-benar tidak tahu kami? Apakah Super Junior sangat tidak terkenal di Jepang dibandingkan dengan SHINee?”

Jiyoung tertawa kecil, “Gomennasai, Kyuhyun-san. Super Junior sangat terkenal di Jepang, tapi aku tidak pernah terlalu memperhatikan kalian. Semua teman-temanku penggemar SHINee atau Tohoshinki, jadi bisa dibilang aku sedikit terseret arus.”

“Memang mungkin kalau dibandingkan dengan SHINee dan Tohoshinki, popularitas kami di Jepang tidak seberapa. Kami tidak mengeluarkan banyak lagu Jepang.” Kyuhyun berkata lagi.

“Bukan begitu, Kyuhyun-ssi. ELF Jepang sangat banyak, kau tahu? Promise You sangat terkenal di Jepang akhir-akhir ini.”

“Kau tahu lagu itu?”

Jiyoung mengangguk, “Temanku pernah menyanyikannya.”

“Kalau begitu nyanyikan sedikit.”

“Aku tidak bisa bernyanyi.”

“Sedikit saja.”

Jiyoung menarik napas dan mulai bernyanyi,

Promise you kimiwo omotte bokuwa ikuruyo

Tsunagatte iru kokoroto kokorokara

Promise you tsunataetainowa

Tada aishiteru

Chikauyo eien no kakera o

“Suaramu bagus.” Puji Kyuhyun.

Muka Jiyoung memerah, “Tidak seberapa jika dibandingkan dengan suaramu.”

“Jiyoung-ssi. Tunjukkan aku tempat favoritmu di Tokyo.”

“Tempat favoritku?” Jiyoung berpikir, “Aku rasa tidak ada.”

“Kau yakin? Aku rasa semua orang memiliki tempat favorit.”

“Ah, Taman Ukima. Taman itu menjadi tempat pelarianku setiap kali aku mengalami sebuah masalah.”

Mereka berdua duduk bersebelahan di tepi danau di Taman Ukima, menyaksikan matahari tenggelam.

“Kyuhyun-ssi, bisakah kau menyanyikan sebuah lagu untukku?”

“Waktu itu kau bilang kau suka SHINee?”

Jiyoung mengangguk dan tanpa ragu Kyuhyun memulai,

Hajimete kimi ni deatta higa atarashii birthday

Umare kawaru kimi no tame ni, ni auyo ni lady

Daremoga umareta toki niwa fukanzen 

Kaketa kokoro no kado o kakuse nakute 

Dakishimetai no ni kizutsuke atai

Yorisoi nagara yori kakatte bakari 

So no ai de kanzen ni naru tame ni 

Umarete kitanda mirai wo terashi dashite 

Ima made no oroka na boku wo 

Yakitsuku shite yo ai no fire, fire

Tokashite kono kokoro mo don’t look back


Juunin to irono kose no umi jibun de shizunde

Koko ni ite mo inai mitai, mogaita everyday

Daremoga umareru mae ni machiawase

Shite umarete kita no ni kizuke nakute


Itsuka unmei noto ni kodoku ni sugiru story

Soba ni itai no ni surechigatte bakari

 

So no ai de kanzen ni naru tame ni 

Umarete kitanda fire terashite ite 

Mou nanimo mayowanu yo moni 

Michibi ite zutto ai no fire, fire 

Mitashite kono kokoro mo don’t look back 

Kagami no naka ni utsuru otoko wa different man 

 Mitsume au dake de subete ga wakaru take my hand 

Tsubasa wo koe

Kimi no koto ba

So no egao ga

Sarani habata ite we make it, make it

Hikari no naka e 

So no ai de kanzen ni naru tame ni

Umarete kitanda mirai wo terashi dashite

Ima made no oroka na boku wo

Yakitsuku shite yo ai no fire, fire


So no ai de kanzen ni naru tame ni

Umarete kitanda fire terashite ite

Mou nanimo mayowanu yo moni

Michibi ite zutto ai no fire, fire

Mitashite kono kokoro mo don’t look back 

Whoa~ Daebakida! Suramu sangat bagus, Kyuhyun-ssi. 

Kyuhyun menyeringai, “Kalau suaraku tidak bagus, mungkinkah aku berada di Super Junior?”

Jiyoung tersenyum. Namja yang satu itu sepertinya tidak mengenal rasa rendah diri.

“Kau pulang besok?” Jiiyoung bertanya, senyumnya perlahan menghilang.

Kyuhyun mengangguk, “Sangat menyebalkan, harus pulang disaat aku baru mulai mengenalmu lebih dekat.”

“Kau punya nomor teleponku. Hubungi aku kapan saja.”

Kyuhyun kembali ke hotel setelah makan malam dengan Jiyoung. Hari ini benar-benar berkesan bagi Kyuhyun. Sudah lama sejak ia bersenang-senang seperti ini. 

Pukul 9 pagi, Super Junior KRY beserta manager mereka sudah siap di bandara. Jiyoung ikut mengantar mereka, membawa sebuah kardus berukuran cukup besar.

“Apa itu?” Kyuhyun bertanya.

“Hadiah dariku. Untuk kalian dan member lainnya.” Jiyoung memberikan kardus itu pada Kyuhyun.

Yesung, Ryeowook, dan manager mereka masuk terlebih dahulu, meninggalkan Jiyoung dan Kyuhyun. 

“Well, this is goodbye.” Jiyoung tersenyum padanya.

“Telepon aku jika kau ada waktu.”

“Pasti.”

Jiyoung mengecup pipi Kyuhyun, “Sampai ketemu lagi.”

Jiyoung pulang ke rumahnya dan membeli sebotol ramune. Ramune mengingatkannya pada Kyuhyun.

Berbicara tentang ramune, Jiyoung bertanya-tanya, apakah Kyuhyun sudah membuka hadiah darinya?

Beberapa jam kemudian, Jiyoung mengirim sebuah pesan pada Kyuhyun, mengasumsi bahwa ia sudah sampai di rumahnya.

‘Kau suka hadiah dariku?’

‘Doumo arigatou, Jiyoung-san!!! Cho Jiyoung jjang!^^’

END.

A/N: Selesai~ Ini aneh, gue tau. Walaupun dikasih waktu 3 minggu, tetep aja gue ngerjainnya malam terakhir. Akhirnya, di FF ini gue bisa menggunakan kosa kata Jepang gue hasil ekskur. Oiya, bagi kalian yang gatau ramune itu apa. Ramune itu minuman Jepang, bentuknya kayak gini:

Image

Cara bukanya itu unik banget, maap aja gue jelasinnya ga jelas, jadi mending sekarang gue kasih tau cara buka yang bener aja.

Image

 Sekian dari gue. Annyeong!!!

– Kim Jaerin

8 thoughts on “Fire (Cho Kyuhyun – Cho Jiyoung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s