Beautiful Hangover (Lee Hyukjae – Jung Jaeni)

Do we know each other? No, we don’t.

We never did.

You with your own world,

Me with mine.

We are not thousands of miles away,

Nor worlds apart.

And yet seeing you drifting away

Without being able to stop it,

It hurts me.

 

But then i woke up.

I woke up from that horrible dream

The dream that i thought was reality.

As i raise my head from the pillow,

i saw you.

Lying peacefully next to me,

Sleeping like a baby.

Oh, what a relief.

What a relief.

“JAENI EONNIIIIII”

Aish, dia mulai macam-macam lagi. Adikku yang menyebalkan, jung hye soo, adalah seorang, um, kau sebut apa itu? ah ya benar! K-popper. Gah, mengucapkannya saja sudah cukup untuk membuat bulu kudukku merinding. Aku tidak akan pernah mengerti mengapa orang-orang itu memutuskan untuk ‘menjual’ hidup mereka hanya untuk menjadi artis. Kamu bisa menjadi artis TANPA harus mengorbankan kebahagiaan dan kebebasanmu! Cih, aku benar-benar tidak habis pikir.

“JAENI EONNI! PALLIWAA KESINI!”

mau apa sih dia? aku menggerutu sambil berjalan ke arah kamarnya yang dipenuhi dengan album dan poster manusia-manusia menyedihkan itu.

ketika masuk ke kamarnya aku mau tidak mau mendesis ketika melihat poster paling besar yang dengan manisnya menyambutku. Siapa mereka? Menurut adikku, 10 manusia sempurna penyelamat dunia atau apalah. Menurutku? 10 pria cantik kurang makan dengan berbagai macam warna alis yang-

tunggu.

Yang matanya tertutup bunga, siapa itu?

Aku bisa saja mengenalinya, tetapi bunga-bunga sialan itu menutupi matanya. Aku duduk di ranjang Hye Soo tanpa melepaskan pandanganku dari si mata-bunga. Aku merasa bahwa aku mengenalinya, tapi betapa kerasnya pun aku berusaha mengingat, selalu saja ada sepotong ingatan yang hilang.

“Hye soo, dia siapa?” tanyaku sambil menunjuk mata-bunga.

“Dia idolaku, eonni. Aku sudah sering membicarakannya denganmu,” katanya tersenyum jahil. Dia tahu aku tidak pernah mendengarkan bila dia sudah mulai membahas tentang k-pop.

Merutuk dalam hati, Aku memicingkan mata untuk melihat lebih jelas. ‘sialan, aku tidak bisa mengingat apa-apa,’ batinku kesal. ‘bahkan aku tidak mengingat namanya.’

Aku sedang memutar otak ketika sebuah tangan digoyang-goyangkan di depan mukaku, diikuti dengan Hye Soo yang memandangku dengan ketus.

“ya! Sudah selesai?”

“aku masih tidak tahu dia siapa”

“yasudah lupakan dulu, kau harus lihat ini!”

Dia mulai mengutak-atik laptopnya dengan kecepatan tinggi, tidak sekalipun melakukan salah ketik. Setelah beberapa saat, muncullah sebuah artikel di layar laptopnya. Terdapat sebuah foto seseorang yang kurus sekali dan memiliki rahang yang tegas–terlalu tegas menurutku­–yang terlihat terburu-buru. Sepertinya orang itu sedang mengejar pesawat atau apalah, wajahnya tidak jelas akibat tertutup orang banyak disana.

Eunhyuk Super Junior, yang akhir-akhir menghilang, telah kembali hari ini. Sebelumnya, Eunhyuk dikabarkan akan mengunjungi seseorang di negara tetangga. Tetapi beberapa hari sebelum keberangkatannya, tidak ada seorangpun yang melihat Eunhyuk, bahkan manager pribadinya.

 

“Pada hari itu Eunhyuk hanya menelponku, dia bilang ‘hyung, aku pergi dulu. Aku harus mencarinya,’ dan langsung menutup telponnya. Aku sendiri bingung dan mencoba mencari keberadaannya, tetapi sia-sia saja. Aku begitu khawatir sehingga aku menelpon ibunya. Beliau mengatakan kalau Eunhyuk juga berkata yang sama ketika menelponnya.” Kata sang manager.

 

Eunhyuk menolak untuk diwawancara dan-

 

Oke, ini benar-benar tidak berguna. Mau dia hilang kek, mau dia ternyata wanita kek, aku tidak peduli! Jadi Hye soo memanggilku kesini…demi ini? Sudah membuatku bingung dengan si mata-bunga, sekarang malah membuatku membaca artikel paling tidak penting sedunia. aku menatapnya dengan tatapan membunuh sebelum aku menghentakkan kakiku kembali ke kamar. Baru saja aku memegang kenop pintu kamar Hye Soo ketika dia berkata,

“Eonni, dia si mata-bunga.”

*****

“mwo?”

“si mata-bunga, dia bernama eunhyuk.”

“eunhyuk.”

“yap, eunhyuk. Nama aslinya Lee Hyukjae.”

Eunhyuk.

Aku menatap kosong ke arah kenop pintu yang sedang kupegang ketika tiba-tiba Hye Soo menjerit histeris. Aku terlonjak kaget dan segera memalingkan kepalaku ke arahnya. Mata kita bertemu dan dia dengan ekspresi bahagia mensignalkanku untuk membaca sesuatu di laptopnya.

“this better be good Hye Soo,” ucapku dalam bahasa inggris. Sesuatu yang dia baca di twitter ternyata, melihat logo burung di kiri atas layarnya.

[!!!] Eunhyuk sedang dalam perjalanannya ke toko roti eommanya, tous les jours!

 

Hey, aku kan sering beli roti disana!

Dia akan melayani pelanggan di bagian kasir.

 

Yang benar saja, artis sombong seperti itu, melayani di kasir?

Ketika mempunyai waktu luang, Eunhyuk akan selalu menyempatkan diri untuk pergi kesana dan membantu eommanya.

 

Psh, tak pernah sekalipun aku melihatnya selama aku berbelanja disana.

Baru saja aku selesai membaca ketika tiba-tiba aku diseret keluar kamar oleh Hye Soo. Aku bersumpah aku melihat matanya berkobar-kobar. Tanpa melepaskan cengkramannya dia menaruh kunci mobil di tanganku dan segera mendorongku ke pintu gerbang. Tuhan, tenaganya kuat sekali!

“ya, YA! Apa yang kamu lakukan?!” tanyaku panik.

“kita harus ke tous les jours!”

“aku tidak bawa uang!!”

“siapa yang bilang kita akan membeli roti?! ADA EUNHYUK DISANA!!” teriak adikku girang.

Setengah dariku berkata bahwa ini adalah tindakan sia-sia karena pasti akan ada sangat banyak fansnya disana, tetapi setengahnya lagi kasihan pada Hye Soo. Dia sudah menjadi k-popper selama bertahun-tahun tetapi belom pernah sekalipun bertemu dengan idolanya.

Belum memutuskan setengah mana yang menang, tahu-tahu aku sudah berada di dalam mobil dengan adikku yang tidak bisa diam di kursinya. Dia tidak membawa apa-apa selain albumnya yang terbaru ‘sexy, free, and single’, kamera, dan bolpen. Aku juga tidak membawa lebih banyak barang darinya, di kantong celanaku hanya terdapat dompet yang berisi..

..1000 won.

1000 won?! Apa yang kamu bisa beli dengan 1000 won?

Untungnya kita kesana bukan untuk membeli apa-apa. Hye Soo yang melihatku tidak bergerak menyenggol lenganku dengan tidak sabar, seolah-olah bila kita tidak segera kesana idolanya akan menghilang lagi.

“Eonnniiiiiiii,” rengeknya.

“apa?”

“CEPAT NYALAKAN MOBILNYAAA” rengeknya lagi, dia kelihatan seperti akan menangis.

“Fine! Aish,” dengusku kesal.

Mobil kami meluncur mulus ke jalanan. Selama perjalanan teramat singkat itu Hye Soo mengulang-ulang kata yang sepertinya merupakan campuran dari ‘astagaaaa!’ dan ‘bagaimana rambutku eonni?’, dan semakin dekat dengan tous les jours dia semakin bersemangat. Aku mendelikkan mata, bertemu satu orang saja sudah begini, bagaimana kalau dia bertemu anggota-anggota yang lain?

Sesampainya disana, bisa aku lihat ratusan orang yang mengerumuni toko roti tidak beruntung itu. Hye Soo langsung berteriak histeris dan menyeretku (lagi) ke dalam. Memiliki tenaga yang luar biasa, dia dengan mudahnya berjalan melewati kerumunan itu, dengan aku yang terseret-seret di belakangnya sementara beberapa pasang siku menyikutku tiap lima detik sekali.

Berada di dalam toko roti, Hye Soo langsung menyambar roti terdekat dan melemparnya ke arahku.

“ya! Ige mwoya?” tanyaku kesal bercampur bingung.

“cepat ngantri eonni!”

“kau saja yang ngantri!”

“shireo! Aku yang akan berfoto dengannya, kamu yang akan minta tanda tangannya!”

“enak saja! Kalau begini-“

aku terdiam ketika ternyata aku sudah berada di barisan paling depan. Seorang pria–yang ternyata tidak sekurus yang aku kira–berambut perak sedang memperhatikanku dengan serius. Diakah eunhyuk? Aku berdeham dan menaruh roti aneh itu di meja didepannya. Aku hindari tatapan matanya.

“ma-maaf. Ini, aku ingin membayar untuk roti ini.”

“Jung Jaeni,” panggilnya. Bagaimana dia tahu namaku?

“bagaimana kau tahu namaku?” tanyaku tajam. Aku paling tidak suka dengan orang-orang seperti ini.

“Jaeni-ya, bangun.” Katanya sambil menyentuh pipiku. Apa-apaan orang ini?!

“YA! Tidak sopan sekali! Aku sudah bangun tidakkah kau lihat?” bentakku menepis tangannya.

Dia menatapku dengan tatapan paling sedih yang pernah kulihat, tiba-tiba dia menghampiriku dan memelukku. “belum, kau belum bangun. Kembalilah jaeni, jangan lakukan ini.” katanya serak, bisa kurasakan air matanya membasahi pundakku. Aku mematung, tidak tahu apa yang terjadi. Tanpa diduga, dia melepaskan pelukannya dan mengecup keningku.

Tunggu.

Aku kenal dia.

Ya, aku kenal orang ini.

Pelan-pelan, semuanya kembali lagi, semua ingatanku tentang dia.

Dia..dia adalah..

“Lee..hyukjae?”

lalu semuanya menjadi gelap.

******

aku membuka mataku dengan susah payah. Aku menoleh ke kananku, apa itu? botol infus? Dimana aku? Ketika aku menoleh ke kiri, aku melihat seseorang yang tidur kelelahan sambil memegang tanganku. siapa dia?

Alat monitor jantung yang menempel di dadaku segera kucabut, yang di pikiranku sekarang hanya Hye Soo. Dimana dia?

Orang itu mengangkat kepalanya. Bisa kulihat matanya yang sembab dan wajah tampannya yang lelah. Dia hyukjae, lee hyukjae. Suamiku.

“oh, terima kasih Tuhan! Kau sudah sadar! Jaeni, kau sudah sadar!”

“apa yang terjadi?”

“kau tidak ingat? Kita sedang dalam perjalanan ke bandara ketika kita tabrakan. Kau koma selama 2 minggu!” katanya, masih mengeluarkan air mata.

“astaga..hyukjae, aku bermimpi,” kataku lirih. “aku bermimpi kita tidak pernah kenal satu sama lain, dan aku mempunyai adik, dan kamu! Kamu berambut perak! Kamu bernama eunhyuk dan kamu adalah anggota super junior dan-“

“ssh. Sudahlah. Itu hanya mimpi. Aku disini sekarang, chagi, aku disini.” Katanya menenangkan.

“dan..dalam mimpiku, walaupun kita tidak kenal satu sama lain, kau menyuruhku untuk bangun. Bangun dari mimpi mengerikan itu, bangun dari tidur lelapku. Kau menyelamatkanku.” Kataku sambil memeluknya.

“dan kamu telah menyelamatkanku.” Katanya sambil mengecup bibirku.

4 thoughts on “Beautiful Hangover (Lee Hyukjae – Jung Jaeni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s