Beautiful Stranger (Kris-Song Jina)

It’s just another story, I fell in love with a foreigner
Yeah and it’s all about me, how can I make you understand me?
That black shadow far away, if I can meet you, I will run thousands of kilometers
Haha the gun shot in my heart goes bang
Let’s go, there is a race right now toward you

Beautiful Stranger, I’ve fallen into your big eyes
To the mysterious feeling, the language, I open my heart
Beautiful stranger, people say that you’re dangerous
They don’t try to see the you that I see, no

The stories in the deep silences
You came from a different image, a different world
When you look at me as you extend your long hands
Take me to the place where you are

 

 “SHIREO! Aku tidak mau dijodohkan dengan Park Chanyeol!” Song Jina membentak kedua orang tua-nya.

“Jina-ya, eomma mohon, kali ini saja, turuti permintaan eomma dan appa. Chanyeol orang yang baik. Dia pasti bisa membahagiakanmu”

“Tapi eomma, aku sudah mempunyai kekasih sekarang.” Jina mulai merajuk kepada ibunya.

Eomma tau. Masalahnya adalah, apa kau tau latar belakang kekasihmu itu?”

“Aku tau dan aku tidak mempedulikannya. Kris memang anak pembunuh tapi yang penting aku mencintainya.”

“Jina, apa kau tau jika kau tetap berhubungan dengan orang itu, keluarga kita akan menanggung malu. Mau ditaruh dimana muka appa? Apa anggapan semua orang tentang keluarga kita nantinya?” Ayah Jina membentak anak gadis satu-satunya.

“Jina-ya, eomma lihat selama ini juga Kris selalu berwajah dingin dan dia tidak pernah bersikap baik. Reputasinya sangat buruk, kau tau?”

Kesabaran Jina mulai habis. “Apa kalian lebih mementingkan status keluarga kita daripada kebahagiaanku?”

“Ini bukan hanya tentang status keluarga kita saja. Appa tidak yakin kau bahagia bersama namja itu.”

“Demi Tuhan aku bahagia bersama Kris.” Jina hampir menangis saat mengatakannya.

Ayah Jina menghela napas. “Pokoknya appa menentang hubungan kalian. Apa-pun yang terjadi kau tidak boleh menikah dengan Kris dan hanya boleh menikah dengan Chanyeol.”

“Dan apa-pun yang terjadi, aku akan menikah dengan Kris. Kalau eomma dan appa tidak menyetujui hubungan kami, aku akan pergi dari rumah ini.” Jina menatap ayahnya dengan tatapan menantang. “Tentunya bersama dengan Kris.”

“Song Jina! Apa yang membuatmu menjadi keras kepala begini? Pasti karena kau bergaul dengan anak pembunuh itu!” Ayah Jina membentak Jina untuk yang kedua kalinya.

Oh bahkan Jina tidak pernah berdebat dengan orang-tuanya dalam 23 tahun hidupnya. Jina merupakan tipe anak yang penurut dan selalu mengikuti kemauan kedua orang tua-nya.

Jina selalu mengikuti semua kemauan orang tua-nya dalam segala hal dan untuk hal ini Jina merasa dia berhak untuk menentukan dengan siapa ia akan berhubungan. Kedua orang tua-nya tidak mengetahui semua kebusukan seorang Park Chanyeol yang tersembunyi. Jina yakin, Chanyeol hanya menginginkan uang dan tubuhnya. Sedangkan Kris, yah memang Kris anak seorang pembunuh. Jina harus mengakui itu. Ayah Kris adalah seorang pembunuh bayaran yang sekarang menjadi buronan polisi.

Tapi Kris sangat berbeda. Saat pertama kali mereka bertemu Kris bahkan tidak meliriknya sedikit-pun. Tapi saat Kris mulai jatuh cinta padanya, sikapnya terhadap Jina berubah 180 derajat. Kris sangat perhatian. Meskipun Kris selalu memasang wajah dinginnya sehingga ia ditakuti banyak orang. Tapi Jina sangat mencintainya.

“Apa kalian tidak pernah mengerti perasaanku? Aku hanya meminta satu selama ini. Aku hanya meminta agar appa dan eomma menyetujui pernikahanku dengan Kris.”

“Apa ada orang tua normal yang mengijinkan anak gadis mereka untuk menikah dengan anak seorang buronan polisi?”

Jina menggelengkan kepalanya. Oke sudah cukup perdebatan di antara mereka. Jina harus mengakhiri ini semua.

Jina bangkit dari sofa dan berlari ke kamarnya di lantai 2. Jina mengambil beberapa helai baju yang mungkin akan berguna nantinya, uang, dan beberapa peralatan lain yang dibutuhkannya. Ia langsung memasukkan semua barang-barangnya ke dalam sebuah tas yang cukup besar.

Jina mengambil tas itu dan berlari menuruni tangga rumahnya yang mewah. Keputusannya sudah bulat. Ia harus pergi dari rumah ini dan pergi bersama Kris sampai orang tua-nya mengijinkannya menikah dengan Kris. Meskipun Jina sendiri tidak yakin apakah orang tua-nya akan setuju.

Jina melewati kedua orang tua-nya yang masih duduk di ruang keluarga dan terus berjalan menuju pintu utama rumahnya.

“Song Jina apa yang akan kau lakukan?”

Jina meatap ayahnya dingin. “Tentu saja pergi ke tempat Kris.”

Belum sempat ayahnya protes atas kelakuannya, Jina sudah berlari menuju mobilnya dan pergi meninggalkan rumah.

Ayah Jina menggeleng-gelengkan kepalanya. Terpaksa ia membiarkan Jina pergi sebelum semuanya bertambah kacau.

***

Park Chanyeol menginjak pedal gas Mercedes Benz-nya. Tujuannya hanya satu membawa Song Jina kembali dan mempercepat pernikahan mereka. Apa-pun yang terjadi ia harus menikah dengan Jina.

Jina pasti sekarang ada di rumah kekasihnya, namja brengsek itu. Kris Wu. Namja brengsek anak seorang pembunuh bayaran. Namja brengsek yang berani-beraninya mendekati Jina. Padahal yang dijodohkan dengan Jina adalah dia dan tiba-tiba Kris datang ke dalam hidup Jina. Kedatangan Kris membuat Jina tambah membencinya.

Semua persepsi Jina tentang dirinya salah besar. Ia, Park Chanyeol memang dikenal sebagai orang yang sama sekali tidak benar dan suka bermain-main dengan perempuan, tapi kali ini, sejak Chanyeol melihat Jina untuk pertama kalinya, Chanyeol langsung jatuh cinta pada Jina. Dan ia bertekad untuk mendapatkan Jina.

Chanyeol membelokkan mobilnya ke aparteman Kris. Apartemen mewah di Gangnam yang Chanyeol yakin, ayah Kris dapatkan dari pekerjaan membunuhnya.

Chanyeol mematikan mesin dan turun dari mobil. Matanya menangkap sosok Jina yang baru akan masuk ke dalam apartemen tersebut. Chanyeol berlari dan mencengkram tangan Jina.

“Song Jina.”

***

Suara berat itu membuat jantung Jina hampir mencelos. Jina menoleh dan mendapati Park Chanyeol berdiri di belakangnya dan tunggu dulu, sejak kapan dia mencengkram tanganku?

Jina melepaskan cengkraman tangan Chanyeol.

“Apa maumu?”

Chanyeol menatap datar ke arah Jina.

“Tentu saja membawamu pulang.”

“Aku tidak mau.” Jina membalikkan badannya dan mulai melangkah ke dalam apartemen.

Chanyeol menarik paksa lengan Jina. “Ayo ikut denganku.”

“Lepaskan aku Park Chanyeol.”

“Tidak bisa. Sekarang ayo pulang.”

“Aku bilang lepaskan.”

Jina berusaha melepaskan cengkraman tangan Chanyeol tapi Chanyeol malah mencengkram tangannya lebih keras lagi.

“Lepaskan dia.”

Jina menoleh dan mendapati Kris sedang berdiri di belakangnya dengan kedua tangan yang dijejallkan ke dalam kantong celananya.

“Aku bilang sekali lagi.” Kris menatap tajam Chanyeol. “Lepaskan dia.”

“Maaf Kris Wu, tapi aku mempunyai tanggung jawab terhadap Song Jina. Apa kau belum tau aku? Aku calon suaminya.”

Jina melepaskan tangannya dengan paksa. “Aku bukan calon istrimu, Tuan Park.” Jina menatap Chanyeol dingin.

Chanyeol mendengus. “Jinjja? Tapi orang tua kita sudah merencanakan semuanya. Dan aku yakin, kau akan berbahagia, ani, sangat berbahagia malah, jika kau menikah denganku.”

“Hentikan semua omong-kosongmu sebelum aku terpaksa menghentikannya dengan menampar pipi mulusmu sekarang juga.”

“Jina, lebih baik kita pergi sekarang dari sini.” Kris memegang lengan Jina.

Jina mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya memasuki apartemen Kris.

“Apa kau yakin Song Jina? Hidupmu masih panjang. Masa depanmu cerah. Apa kau yakin kau mau menikah dengan anak pembunuh itu?” Chanyeol menekankan kata ‘anak pembunuh’.

Jina berbalik dan menampar Chanyeol tepat di pipi mulusnya. Chanyeol hanya memasang wajah datarnya, seperti biasa. Tapi Jina yakin, ia melihat sedikit keterkejutan di wajah Chanyeol saat ia menamparnya.

“Song Jina… kau-“

“Sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.”

Jina berbalik dan menggandeng tangan Kris memasuki apartemen itu.

***

“Apa yang membuatmu melakukan tindakan nekad ini Jina?”Kris mempererat pelukannya pada tubuh mungil Jina yang dari tadi terus mengeluarkan isak tangis. Tangisan yang membuat Kris sangat tersiksa mendengarnya.

Jina masih terisak dan hanya membenamkan wajah  cantiknya ke dada bidang Kris. Jina mengangkat wajahnya. “Eotte? Eomma dan appa menentang hubungan kita dan memaksaku menikah dengan Chanyeol.”

Kris menghela napas. Ini memang kesalahannya. Sejak awal ia tidak mau dekat denkat dengan seorang Song Jina. Tapi entah kenapa akhirnya ia malah jatuh cinta dengan gadis itu dan sebaliknya.

Dulu, ia tidak pernah menyesal mempunyai ayah seorang pembunuh bayaran. Baginya, ayahnya adalah sosok yang hebat karena dapat memusnahkan orang-orang yang memang pantas dibunuh.

Tapi sekarang, ia menyesal setengah mati. Menjadi anak seorang buronan polisi, menghancurkan hidupnya. Hubungannya dengan Jina jelas-jelas ditentang oleh orang tua Jina. Jelas, Kris mengerti. Hubungan mereka memang patut ditentang. Apakah ada orang tua yang mengijinkan anaknya menikah dengan seorang anak pembunuh? Tidak ada.

“Jina, mungkin kita memang tidak akan pernah bisa bersama?” Hati Kris serasa diiris pisau saat mengatakannya.

Wae? Apa kau tidak mau berusaha memperjuangkan cinta kita? Apa kau piker aku bahagia menikah dengan Chanyeol?” Jina tidak dapat menahan emosi yang meledak-ledak di dalam dirinya.

“Bukan seperti itu Jina. Aku juga tidak mau berpisah denganmu. Tapi, nanti eomma dan appa-mu akan semakin marah padamu.”

“Aku tidak peduli.” Jawab Jina pendek. “Mereka hanya mementingkan status keluarga daripada kebahagiaanku sendiri.”

Kris menghela napas lagi. “Bagaimana bisa membuat mereka setuju dengan hubungan kita?”

***

Jina memasukkan barang-barangnya ke dalam tas yang dibawanya. Beberapa hari ini ia terpaksa menginap di hotel karena ia tidak ingin menghadapi orang tuanya yang menurutnya sangat kejam.

Hari ini, ia akan pulang ke rumahnya. Dan ia akan berbicara lagi dengan kedua orang tuanya, kali ini ia akan berbicara baik-baik. Semoga mereka membatalkan perjodohannya dengan Chanyeol dan memperbolehkannya menikah dnegan Kris.

Jina membuka pintu kamar hotel itu. Jina hampir melompat saat melihat Chanyeol sedang berdiri di depan pintu kamar hotel.

“Selamat pagi, nona Song.” Chanyeol memamerkan senyum yang dapat membuat semua yeoja bertekuk lutut, namun tidak dengan Jina yang hanya menatap Chanyeol dengan amarah yang ditahannya.

“Kenapa kau selalu mengikutiku?”

“Memang ada yang salah jika aku mengikuti ke mana calon istriku pergi?”

“Aku bukan calon istrimu.”

“Kau calon istriku Song Jina.”

Chanyeol mendekat ke arah Jina.

“Mau apa kau?”

Chanyeol menarik Jina dan mendaratkan ciumannya di bibir Jina. Jina mendorong tubuh Chanyeol tapi Chanyeol malah semakin menarik Jina ke dalam pelukannya.

Suara tonjokkan di tembok membuat Chanyeol melepaskan bibirnya dari bibir Jina.

Kris membelalakkan matanya menahan amarah yang memguasai dirinya.

“Jina, jadi selama ini kau memang senang bersama dengannya?” Kris hampir berteriak.

“Tidak. Ini tidak seperti yang kau lihat Kris. Namja brengsek ini yang tiba-tiba menciumku begitu saja.”

“Aku tidak percaya ternyata kau sekejam ini terhadapku.” Kris menggelengkan kepalanya dan berjalan meninggalkan kamar hotel itu.

“TIDAK KRIS!”

***

1 year later

Dear Kris Wu,

Anyeong. Aku tau kau pasti sedang tidak ingin ditemui dan berbicara denganku, makanya aku menulis surat ini. Kris, aku minta maaf atas kejadian saat itu. Semuanya tidak seperti yang kau lihat. Kau hanya salah paham. Aku benar-benar tidak menyangka Chanyeol akan datang dan menciumku seenaknya saja. Kau pikir aku mau dicium olehnya? Aku membencinya kris. Aku sangat membencinya. Kupikir kau juga sudah tau bagaimana perasaanku terhadapnya dan perasaanku terhadapmu. Aku bahkan sampai kabur dari rumah demi mendapat ijin menikah denganmu.

Kris, aku menghargai keputusanmu untuk tidak bertemu denganku selama beberapa waktu. Mungkin kita juga butuh waktu untuk berpikir. Tapi ingat Kris, aku selalu menunggumu. Kuharap kau juga tetap mau bersamaku. Satu tahun lagi, aku akan menunggumu di Everland. Tepat hari ini. Jika kau datang, berarti kita memang ditakdirkan untuk bersama. Oh orang tuaku sudah memperbolehkan aku memilih siapapun yang akan menjadi suamiku. Jadi kuharap kau datang tahun depan. Aku akan menunggumu di bawah biang lala.

Love,

Song Jina

 

Kris menatap surat ditangannya. Sudah ratusan kali ia membaca surat yang ditulis Jina. Hari ini. Tepat satu tahun sejak hari itu.

Setelah kejadian di hotel itu, Kris frustrasi terhadap hidupnya sendiri. Satu-satunya harapan hidupnya mengkhianatinya. Hari ini, Kris bertekad akan datang ke tempat yang diminta gadis itu. Kris sangat rindu pada Jina dan ia hampir mati setiap memikirkan Jina.

Kris masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju Everland. Song Jina, tunggu aku.

***

Song Jina menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Sempurna. Tidak ada yang kurang dalam keseluruhan penampilannya. Hari ini, tepat satu tahun sejak hari itu. Hari ini, seluruh harapannya bergantung pada hari ini.

Jina sudah berjanji pada dirinya sendiri. Jika Kris tidak datang, maka ia akan melupakannya dan menuruti keinginan orang tuanya dengan menikah dengan Chanyeol.

Jina menuruni tangga rumahnya dan berjalan keluar menuju mobilnya. Jina melajukan mobilnya ke Everland.

***

Kris berjalan menuju biang lala dengan jantung berdegup kencang. Hari ini Everland sangat ramai, dan Kris harus dengan susah payah melewati kerumunan orang-orang yang sangat banyak.

Beberapa langkah lagi ia akan sampai di biang lala. Ratusan pikirn berkecamuk di dalam benak Kris. Apa yang harus kukatakan padanya? Apa dia betul-betul menungguku? Apa mungkin dia tidak datang? Bagaimana kalau ia betul-betul tidak datang? Tanpa sadar keringat dingin mengalir dari pelipis Kris. Kris menepuk pipinya sendiri. Sadar Kris. Jina pasti datang.Kris mengangguk yakin dan mempercepat langkahnya menuju biang lala.

Dan ternyata dia ada. Dia tidak berubah.

Jina sedang berdiri memandangi biang lala, membelakanginya. Bahkan dia tidak sadar dengan kehadiran Kris.

Kris menimbang-nimbang. Apa ia harus menepuk pundak Jina atau ia cukup memandangi Jina dari belakang sampai Jina membalikkan badannya.

Akhirnya Kris menentukan untuk menepuk pundak Jina saja. Lebih cepat lebih baik.

 

Kris menepuk pundak Jina pelan.

Jina menoleh dan Kris dapat melihat jelas keterkejutan di dalam wajah cantiknya.

“Kris..” Jina terdiam sebelum melanjutkan. “K-kau datang?” Jina menahan napasnya tanpa sadar.

Kris tersenyum kecil. “Aku merindukanmu Song Jina.”

Jina memeluk Kris dan Kris mengelus punggungnya pelan.

Saranghae, Song Jina.”

Hey There Don’t Be Shy, talk to me
Look into my eyes, beautiful stranger


Don’t hesitate, hold my hand, take me, beautiful stranger


You know that I’m different than them, look at my eyes, beautiful stranger


Just like this, just like right now, it’s not strange, no

You came as a colorless light from far away,

with a different look from a different world


No matter where that is,

I’m ready, take me to the place where you are

END

 

3 thoughts on “Beautiful Stranger (Kris-Song Jina)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s