미인아 (Kim Jaerin-Kim Jaejoong)

Hyeong, ige mwoya? Lihat ini.” Yoochun melemparkan Smartphone-nya ke sofa yang sedang diduduki oleh Jaejoong.

Jaejoong mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud Yoochun. Jaejoong meraih Smartphone yang dilempar Yoochun dan membaca judul Headline News yang terpampang dengan jelas di depan matanya.

Apakah Kim Jaejoong adalah seorang gay?

 

Jaejoong membelalakan matanya.

YA mwoya? Apa maksudnya? Kenapa bisa ada artikel tidak bertanggung jawab seperti ini?”

Yoochun menghembuskan napasnya. “Salahmu sendiri hyeong, kenapa kau tidak pernah terlihat dekat dengan seorang perempuan?”

“Aku melakukannya supaya aku tidak pernah mendapat scandal yang dapat menghambat karir kita.”

Gotjimal.” Yoochun mendengus. “Kau tidak pernah mendekati perempuan lain karena sudah ada yang kau suka kan?”

Pipi Jaejoong memerah. “Yoochun-a sudahlah. Aku tidak mau membahas topik ini.”

Yoochun tertawa. “Sudahlah hyeong, aku dapat mengerti. Wajar saja jika ahjusshi tua sepertimu jatuh cinta.”

YA SHIKKUREO!”

Yoochun bangkit dari tempat duduknya dan menepuk pundak Jaejoong pelan. “Hyeong, aku sangat mendukung jika kau mau mendekati Kim Jaerin. Kau menyukainya kan?”

***

“Kim Jaerin, apa kau tidak bisa datang lebih cepat? Jam 10 nanti aku ada shooting.”

 

“Jaejoong-a apa kau bisa sabar sedikit? Jalanan sangat macet kau tau?”

 

Jaejoong menghembuskan napasnya kesal.

“Baiklah. Usahakan datang secepatnya ya.”

 

“Arraseo. Annyeong.”

 

Jaejoong menutup sambungan teleponnya dan duduk kembali di sofa rumahnya. Kim Jaerin. Nama yeoja itu terus berputar di kepalanya.

Kim Jaerin. Satu-satunya yeoja yang dapat membuatnya menjadi salah tingkah saat yeoja itu menatapnya. Oke harus diakui, Kim Jaejoong tergila-gila dengan seorang Kim Jaerin, manajernya sendiri.

Sampai saat ini, tidak ada yang mengetahui perasaannya terhadap Jaerin kecuali Yoochun. Hanya Yoochun yang tau semua perasaan terpendamnya terhadap Jaerin.

Suara klakson mobil menyadarkan Jaejoong dari lamunannya. Handphone-nya berbunyi nyaring.

Ya Kim Jaejoong aku sudah ada di depan. Cepatlah sedikit. Sebentar lagi shooting-mu mulai.”

 

Jaejoong tidak menjawab perkataan Jaerin di telepon dan langsung berlari-lari kecil ke depan rumahnya dan langsung masuk ke dalam mobil Jaerin.

“Jaerin-a apa kau tidak mempunyai sopan santun?”

“Apa maksudmu?”

“Kau lebih muda 2 tahun dariku tapi kau tidak pernah memanggilku dengan ‘oppa’ dan kau suka membentak-bentak seperti barusan di telepon.”

Jaerin tertawa dan memandang remeh Jaejoong. “Umurku memang lebih muda tapi kelakuanku jauh lebih dewasa darimu, Kim Jaejoong.”

Aish, baiklah. Terserah kau saja. Daripada membicarakan itu, lebih baik kau menjalankan mobilmu dengan lebih cepat.”

Jaerin tersenyum dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimal.

***

“CUT! Terima kasih untuk hari ini, Jaejoong-a.”

Jaejoong membungkuk sopan pada sutradara dan langsung menghampiri Jaerin yang sedang berdiri di depan ruang ganti.

“Jaerin-a, kkaja!”

Jaerin belum sempat menjawab dan handphone-nya berbunyi. Wajah Jaerin berseri-seri saat melihat siapa nama peneleponnya.

Yobosseo Yunho oppa.

 

Badan Jaejoong membeku di tempat. Yunho. Kekasih Kim Jaerin. Halangan terbesarnya dalam mendekati Jaerin adalah karena gadis itu sudah memiliki pacar.

Jaerin menutup sambungan teleponnya dan menatap Jaejoong dengan tatapan bersalah. “Mianhae Jaejoong-a. Sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang. Yunho oppa akan mengajakku makan malam dan dia sudah dalam perjalanan ke sini.”

“Baiklah, kau pergi saja. Nanti aku akan menyuruh Yoochun atau Junsu menjemputku.” Jaejoong hampir tidak bisa menyembunyikan wajah kecewanya.

Jinjjayo? Jadi aku bisa pergi?”

Ne. Pergilah.”

***

Look at me

Do you know or not, know or not that you’re very pretty, beautiful girl
Even if you call me crazy I still like you, beautiful girl
Someone tell this to my baby, to my baby that I’m here,
that I’m waiting (Baby, you turn it up now)

You’re neither yes nor no, yes nor no; say something, beautiful girl
If I had your heart, I’d just be the winner of life
This world’s logic, logic is to follow, guys who are brave,
Guys like me

Old sayings say that picking ten times Is going overboard, shrug, shrug, shrug
That girl is a powerful enemy, She’s unmoveable, pout, pout, pout
What will I do, what will I do? That girl is my only interest

 

“Apa yang terjadi tadi? Mukamu saat ini sangat jelek kau tau?” Yoochun menjatuhkan dirinya di sofa yang diduduki Jaejoong.

Jaejoong menghela napas. “Sudah tidak ada harapan Yoochun-a.”

“Apanya?”

“Kim Jaerin, babo.”

Wae? Memangnya dia sama sekali tidak menyadari perasaanmu?”

“Dia bahkan sudah memiliki pacar.” Jaejoong mendengus.

“Ya, kau itu pengecut sekali. Kalau Jaerin sudah memiliki pacar, ya rebut hatinya agar berpaling padamu. Hal seperti itu saja masih harus diajarkan?”

“Tidak semudah itu Yoochun.” Jaejoong berhenti sebentar sebelum melanjutkan. “Dia sangat mencintai Yunho.”

“Aku tau. Tapi menurutku kau jauh lebih baik dari pada Yunho. Yeoja mana yang tidak jatuh cinta padamu apalagi saat melihat selca-selca-mu yang sangat merusak otak dan moral itu?”

“Satu-satunya yeoja itu ya hanya Kim Jaerin.”

***

Bounce to you, bounce to you, my heart is beating so fast for you
to the point it can’t be caught; Attracted to you and is beating so fast that I can’t get you
Break it down to you, down to you, if my heart
Can’t get you it’s gonna stop (Look at me)

Will you look or not look or not look or not at a guy like me
You neglect, neglect, neglect me even if you turn around
Even if you look and look, look and look, look and look, there’s no one else but me
Whether you look or not, look or not, look or not (Baby, you turn it up now)

What should I buy, buy, buy, buy as a present for you
Oh, I’m going to go crazy from your image That I’ll like even just thinking about it
Listen girl, I like you, baby girl, I love you
I’m the only guy for you
Please listen to the confession I have for you

“Apa yang membuatmu jatuh cinta pada Jaerin?”

Suara Junsu mengangetkan Jaejoong dari lamunannya.

“Junsu kau bisa membunuhku.”

Junsu tertawa. “Mianhae hyeong.”

“Apa Yoochun telah membocorkan semuanya kepadamu?”

Junsu mengedikkan bahunya. “Ya begitulah.”

Aish, Yoochun memang tidak bisa menjaga rahasia.”

“Sudahlah. Sekarang ayo cepat beri tahu aku apa yang membuatmu jatuh cinta pada Jaerin.”

“Berjanjilah kau tidak akan tertawa mendengarnya.”

Yakso.” Balas Junsu singkat.

“Eumm sebenarnya aku juga tidak mengerti apa yang membuatku bisa jatuh cinta pada Jaerin. Aku selalu suka menatap matanya yang indah dan… aisshh aku tidak tau.” Jaejoong mengacak rambutnya kesal.

“Aahh ternyata benar apa yang dikatakan Yoochun. Kim Jaerin dapat membuat seorang Kim Jaejoong yang dingin dan yang selalu dielu-elukan wanita  menjadi orang yang tidak waras.”

***

“Jaejoong-a setelah ini kau harus bertemu pihak promotor untuk membicarakan acara fan meeting minggu depan.”

“Undur saja. Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapa-pun hari ini.”

Jaerin mengerutkan keningnya. “Wae?”

Pipi Jaejoong memerah saat melihat Jaerin menatapnya dengan kedua bola matanya yang besar.

Jaejoong berdehem. “Batalkan saja. Tidak ada alasan untuk hal ini.”

“Tidak bisa begitu Kim Jaejoong. Kau ini seorang artis. Kau harus bisa bersikap profesional. Apa kau mau mengecewakan penggemar-penggemarmu?”

Jaejoong menangkap pergelangan tangan Jaerin dan menariknya. “Apa kau mau tau alasan yang sebenarnya?”

Jaerin mengangguk tanpa ragu.

Jaejoong menarik tangan Jaerin dan membawanya masuk ke dalam mobil.

***

“Ada hal yang harus kubicarakan denganmu.”

Jaerin mengangkat alisnya. “Hal apa?”

Jaejoong berusaha untuk tidak mempedulikan detak jantungnya yang sangat keras. Dan cepat.

“Kim Jaerin, dengarkan aku.” Jaejoong berdehem dan melanjutkan. “Aku.. Entah sejak kapan, aku menyukaimu.”

Jaerin membelalakan matanya. “Mwo ya? Apa yang kau bicarakan Jaejoong-a?”

“Aku serius. Aku tau kau sudah berpacaran dengan Yunho. Tapi aku benar-benar tidak bisa mengalah untuk urusan ini.”

Jaerin terdiam.

Mianhae tapi aku harus memikirkan ini lagi.”

“Jaerin-a, apa kau benar-benar mencintai Yunho?”

Jaerin terdiam lagi. Dulu setiap ada orang yang menanyakan ‘apa kau mencintai Yunho?’ Jaerin akan menjawab ‘iya.’ Atau ‘jelas aku mencintainya.’ Tapi sekarang, setelah Jaejoong menyatakan perasaannya, hatinya bimbang. Aish Kim Jaerin, kau bukan playgirl kan?

***

My heart says to stop fussing and please nod, nod, nod
If it takes this much effort, I could save the world and be admirable, admirable, admirable
What do you want me to do, what do you want me to do That girl is my everything

Bounce to you, bounce to you, my heart is beating so fast for you
to the point it can’t be caught; Attracted to you and is beating so fast that I can’t get you
Break it down to you, down to you, if my heart
Can’t get you it’s gonna stop (Look at me)

Will you look or not look or not look or not at a guy like me
You neglect, neglect, neglect me even if you turn around
Even if you look and look, look and look, look and look, there’s no one else but me
Whether you look or not, look or not, look or not,there’s no one else but me

I’m finally gonna go crazy,
I’m gonna explode.
I can’t take it anymore, her pushing and pulling .
Oh, I’m really gonna to go crazy
someone put an end to this
Someone should have told me that it would be this hard

It’s true, true that my feelings don’t have a place to go
You know that I adjusted myself to fit you
How to keep loving you?
I’ll really be good to you. Don’t let me rot just like this

Eotte? Kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”

Jaejoong mengangguk lesu.

“Dia bilang dia akan memikirkannya lagi.”

“Gadis bodoh.” Yoochun mendengus. “Apa ada gadis normal yang menolak saat seorang Kim Jaejoong menyatakan perasaan padanya.”

“Jaerin jelas menolak karena dia sudah mempunyai Yunho.”

Hyeong, kau tidak akan melepaskannya kan?”

“Tidak. Aku akan berusaha mendapatkannya. Apapun caranya.”

***

Jaerin menggenggam tali tasnya kuat-kuat. Berharap melakukan hal itu dapat menghilangkan rasa gugupnya. Jaerin melirik jam tangannya. Seharusnya Yunho sudah datang sejak 10 menit yang lalu.

Tepukan di pundak membuat Jaerin menoleh.

Yunho berdiri di sana. Dengan seyum mempesonanya.

“Yunho oppa. Sebenarnya aku memanggilmu ke sini karena ada yang ingin aku katakana.”

“Katakan saja Jaerin-a.”

“Sebenarnya… aku.. aku.. maaf. Oppa sebaiknya kita mengakhiri hubungan kita.”

Jaerin dapat melihat keterkejutan di wajah Yunho.

W-wae?

Jeongmal mianhae oppa. Aku.. seharusnya orang baik sepertimu tidak pernah berhubungan  denganku.”

“Jaerin-a katakana alasan yang sebenarnya. Aku akan menerima semua keputusanmu.”

Mianhae oppa. Aku mencintai namja lain.”

Perkataan Jaerin seperti petir di siang bolong bagi Yunho.

“Si-siapa?”

Jaerin menggeleng. “Aku tidak bisa memberitahu oppa.”

“Apakah dia adalah Jaejoong?”

Tenggorokan Jaerin tercekat.

“Aku sudah bisa menduganya Jaerin-a.”

Jaerin menggigit bibirnya.

“Pergilah Jaerin. Jaejoong pantas mendapatkanmu.”

***

I’ll wait, beautiful girl!
Hope you’ll step to me, step to me
I love you, beautiful girl!
Bring it, sign to me, sign to me
Hahahaha, hahahahaha ,
It seems that she must have already, Been preparing to look at me

Bounce to you, bounce to you, my heart is beating so fast for you
to the point it can’t be caught; Attracted to you and is beating so fast that I can’t get you
Break it down to you, down to you, if my heart
Can’t get you it’s gonna stop (Look at me)

Will you look or not look or not look or not at a guy like me
You neglect, neglect, neglect me even if you turn around
Even if you look and look, look and look, look and look, there’s no one else but me
Whether you look or not, look or not, look or not,there’s no one else but me

“Aku sudah memikirkannya.”

“Jadi apa keputusanmu?”

Jaerin menghela napas dan menatap Jaejoong.

Jaejoong menggemgam tangan Jaerin. “Kau tidak usah menjawab sekarang.”

Jaerin menggeleng. “TIdak. Aku sudah memutuskannya.”

“Aku telah mengakhiri hubunganku dengan Yunho oppa.”

Jaejoong mengangkat alisnya. “Jadi?”

“Aku mau menerimamu Jaejoong-a.”

Jaejoong tersenyum dan memeluk Jaerin.

Saranghae Kim Jaerin.”

Nado saranghae.”

***

Hyeong, kau berhasil kali ini?”

“Tentu saja.”

“Ternyata kau benar-benar serius untuk mendapatkannya.” Yoochun berdecak kagum.

“Seorang Kim Jaejoong pasti bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Bagaimanapun caranya.”

END

 

 

 

6 thoughts on “미인아 (Kim Jaerin-Kim Jaejoong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s