Hug (Kim Kibum–Go Jaemi)

Key-1000-Years-always-by-your-side-shinee-33027369-1000-1492FGHJKLHGGGGGGGGGGutdfud

 

“Kibum-ah, ireona !” teriak Jaemi kecil kepada Kibum yang tengah tertidur didepannya. Hari ini ia terbangun lebih pagi untuk membangunkan kekasihnya itu dan mengajaknya pergi kencan berdua. Dan yang Jaemi dapatkan hanyalah seorang Kim Kibum yang tengah tertidur pulas.

“Kibum-ah…” kata Jaemi kepada Kibum sedikit pelan. Ia pun menggoyang-goyangkan lengan Kibum sedikit, yang berhsail membuat Kibum mengerang kecil.

Kim Kibum. Did you know ? Just for one day I would like to be the bed in your room, I want to hold you in my chest more warmly, I want to know you a little more through your smallest whispers, and I would even win against the monsters in your dreams.” 

Go Jaemi tersenyum kecil saat ia melihat Kibum yang pada akhirnya mulai membuka kedua matanya. Lelaki itu pun mengedipkan matanya berkali-kali, lalu terduduk sambil menyandarkan tubuh belakangnya pada bantal dibelakangnya. Ia pun menguap kecil sebelum mengerutkan kedua alisnya.

“Aish, Go Jaemi. Sejak kapan kau berubah menjadi romantic seperti itu ? Kau belajar dari Minho, huh ? Dan bahkan sepengetahuanku, Minho pun tidak se-romantic itu. Kau sakit, huh ?” kata Kibum sambil bersusah payah menahan matanya untuk tidak menutup kembali. Ia pun menguap kecil lagi.

Jaemi yang mendengar kalmia itu pun memeletkan lidahnya lalu memasang wajah kesalnya.

“Pertama, kata-kata tersebut tidak romantic bagiku. Dan yang kedua, tidak. Aku tidak sakit. Cepatlah bangun ! Bersihkan dirimu, lalu aku akan menunggumu didepan dengan sarapanmu yang sudah siap.”

Jaemi menarik tangan Kibum sehingga kekasihnya itu berdiri dari kasur dan mendorongnya kecil ke arah kamar mandi.

“Setidaknya kau memberiku morning-kiss dahulu ?” kata Kibum sambil menolehkan kepalanya kebelakang melewati pundaknya, dan memandang Jaemi dengan tatapan penuh harapannya.

Jaemi terlihat tertawa kecil sebelum akhirnya memasukkan Kibum kedalam kamar mandi dan siap untuk menutup pintu tersebut.

“Bermimpi sajalah kau, Kibum.”

Kata-kata terakhir yang didengar oleh namja itu berhasil membuatnya tertawa. Sebelum ia sempat membalas kalimat yeoja-nya itu, pintu kamar mandi tersebut sudah terlanjur tertutup sehingga Kibum memutuskan untuk berteriak saja.

You’re already in my dreams, honey.” Kibum pun tertawa kecil, dan ia yakin Jaemi bisa mendengarnya diluar sana.

“Kim Kibum, jika kau berani berpikir yang tidak macam-macam tentang diriku, akan kupastikan kau tidak akan mendapatkan sarapanmu pagi ini.” Teriak Jaemi membalasnya dari luar.

Kibum pun tersenyum kecil sebelum akhirnya mencuci wajahnya.

Jaemi pun melangkahkan kakinya dari kamar Kibum yang entah berapa besar tepatnya, dan berjalan ke arah dapur rumah kekasihnya itu.

Ya, Jaemi sekarang berada didalam rumah Kim Kibum. Memang kegiatan itu sudah terbiasakan oleh mereka berdua. Dan bahkan hampir setiap hari Jaemi akan pergi kerumah Kibum untuk membangunkan kekasihnya itu dan membuatnya sarapan. Lalu biasanya ia akan diantarkan Kibum ke butik privat miliknya dan Kibum akan pergi dan ke kantor. Setiap sore, ia akan dijemput lagi oleh Kibum dan mereka akan pulang bersama. Kadang, mereka akan pergi makan malam bersama di luar, atau kadang-kadang ia akan memasak makan malam di rumah Kibum.

Hampir setiap hari kegiatan mereka terus terulang seperti itu. Seperti pasangan yang sudah menikah dan yang menghabiskan waktu mereka berdua. Dan bahkan Jaemi pun pernah merasa bingung. Apakah Kibum benar-benar mencintainya ? Atau apakah Kibum hanya menggunakannya bagaikan pesuruh yang membangunkannya dan membuatkannya masakan ? Tapi setiap kali Jaemi memikirkan hal tersebut, ia selalu membuang jauh semua pikirannya tersebut. Ia yakin Kibum bukan macam lelaki yang tega melakukan hal itu kepada seorang perempuan.

Dan selain itu, Jaemi pernah berpikiran buruk mengenai Kibum. Ia merasa kesal kepada wanita-wanita lain yang sepanjang hari terus bersama Kibum di kantornya. Memang semua orang sudah mengetahui mengenai hubungannya dengan Kibum, tetapi kekasihnya itu memang patut diperhatikan, bukan ?

Seorang Kim Kibum merupakan pengusaha termuda yang berhasil mencapai kesuksesannya pada umur yang masih sangat muda ini. Pada zaman yang modern ini memang sangat tidak mudah untuk para pengusaha-pengusaha untuk bertahan hidup. Pengusaha-pengusaha harus berjuang keras untuk mencapai kesuksesannya tersebut dan menguras banyak sekali tenaga dan waktu. Tetapi untuk Kibum, ia hanya menghabiskan beberapa tahun untuk mencapai kesuksesannya dan berhasil mencapai urutan lima besar dalam daftar pengusaha termuda pada seluruh benua Asia.

Dibalik semua itu, Kibum memiliki hampir semuanya. Rumah yang sangat besar, uang tabungan yang tidak terhitung jumlahnya, wajah sangat tampan yang mampu membuat yeoja bertekuk lutut, badan tidak buruk yang mampu membuat yeoja ketagihan hanya dengan melihatnya, dan tentunya, seorang wanita.

Go Jaemi merupakan anak perempuan satu-satunya dalam keluarganya. Ia merupakan anak pertama dari kedua saudara laki-lakinya yang lainnya. Dan ia berasal dari keluarga chaebol, tentunya.

Semua orang harus mengakui, bahwa Kibum memiliki selera yang tidak buruk juga terhadap wanita. Ia dapat mendapatkan wanita idaman para laki-laki pada umumnya. Kekasihnya itu memiliki tinggi tubuh diatas rata-rata, badan yang sempurna dengan lekukan-lekukan tubuh yang mampu membuatnya bertekuk lutut, wajah yang sepertinya dipahat oleh dewa-dewi, dan juga kepribadiannya itu. Kekasihnya itu bukan merupakan keturunan chaebol yang melebih-lebihkan semuanya dan bersikap seperti ia memiliki seluruh dunia, tidak. Kekasihnya itu merupakan yeoja rendah hati yang bahkan mau membantu orang pinggiran tanpa memperdulikan harga dirinya. Mungkin memang itulah alasan ia mencintai Go Jaemi.

“Jaemi-ya, sarapanku sudah siap ?” Tanya Kibum sambil keluar dari kamarnya, melangkahkan kakinya ke arah Jaemi yang tengah berada di dapur rumahnya.

Jaemi menolehkan kepalanya saat ia mendengar Kibum memanggilkan namanya. Dan seketika saat ia melihat Kibum, Jaemi pun terhenyak kecil saat mendapati Kibum tengah mengenakan setelan kantornya.

Kekasihnya itu tengah mengenakan pakaian jas hitamnya, dengan kemeja putih dan dasi berwarna biru pekat yang sudah terpasang rapi. Kaki panjang kekasihnya itu terbalut sempurna oleh celana panjang hitamnya dan ia pun juga mengenakan sepatu kulit hitam yang biasa ia gunakan setiap pagi.

Memang pemandangan yang Jaemi lihat seperti saat ini sudah berlangsung setiap hari selama bertahun-tahun, dan entah mengapa, ia masih merasakan jantungnya yang berdetak tidak karuan setiap kali ia melihat namja itu pada matanya. Dan setiap kali mata mereka bertemu, jantungnya pun seketika berhenti berdetak.

Mungkin dirinya tidak normal karena masih merasakan semua perasaan aneh ini setiap kali ia melihat kekasihnya. Seperti saat mereka baru bertemu dan seperti kisah-kisah cinta saat ia masih remaja dahulu. Dan ia pun tidak bisa menghentikan semua perasaan yang terus ia dapatkan ini. Sepertinya ia masih tergila-gila kepada kekasihnya itu. Atau mungkin akan selamanya gila karena pesona yang dimiliki namja dengan status kekasihnya itu ?

Well, kekasihnya itu memang hampir memiliki seluruh dunia, jadi tidak apa-apa jika ia terlalu jatuh cinta kepadanya, bukan ?

‘Jaemi-ya~” panggil Kibum kepada Jaemi, yang tengah melamun melihat ke depannya, yang tengah terlihat memikirkan sesuatu.

Saat Jaemi mendengar kekasihnya memanggil namanya lagi, ia pun tersenyum gugup melihat kea rah Kibum yang tengah berada tidak jauh darinya.

Jaemi pun mengambil piring sarapan Kibum dan sepasang sendok dan garpu dan dibawanya ke arah Kibum yang tengah menarik bangku meja makan dan mendudukkan dirinya pada kursi itu.

“Cha.” Kata Jaemi sambil menaruh piring sarapan kekasihnya itu.

Jaemi pun membalikkan badannya lagi dan melangkahkan kakinya ke dapur lagi. Ia pun mengambil segelas susu yang telah ia siapkan dan dibawanya kea rah Kibum lagi.

Scrambled eggs, pancakes, and a glass of milk, as always.” Katanya saat ia menaruh gelas susu itu disamping piring Kibum. Ia terlihat memasang senyumannya pada wajahnya.

Langkah Jaemi terhenti saat ia merasakan lengannya yang ditahan oleh Kibum. Ia pun membalikkan badannya dan memandang Kibum dengan tatapan bingungnya.

Just for one day I would like to be your kitten. While staying in your soft bosom, enjoying the delicious milk you give. While I move around playing. I must have unknowingly felt jealousy inside your cute kisses.” Kata Kibum yang berhasil membuat pipi Jaemi memerah akibat kalimat-kalimat yang ia ucapkan barusan.

Terlihat olehnya, Jaemi tengah menghembuskan nafasnya keras saat menyadari apa yang Kibum tengah lakukan. Ia pun mendesah kecil sebelum berbicara lagi.

“Cih. Sia-sia saja usahamu, Kim Kibum. Aku tidak akan pernah terperangkap terhadap semua godaan-godaanmu.” Kata Jaemi sambil melepaskan genggaman tangan Kibum pada lengannya dan menempatkan dirinya pada kursi disebelah Kibum.

Kibum pun tertawa kecil saat mengetahui Jaemi melepaskan genggaman tangannya pada lengan kekasihnya itu.

“Pipimu memerah, kau tahu itu, Go Jaemi ?” kata Kibum lagi. Ia pun tertawa lagi.

“Aish, berhentilah mengusiliku dan cepatlah makan ! Aku tahu kau tidak menyukai saat makananmu menjadi dingin. Jadi cepatlah makan ! Aku ada meeting pagi dengan clientku sehingga aku harus berangkat ke boutique lebih pagi.” Protes Jaemi kepada Kibum yang masih terlihat menertawakannya.

“Kajja !” ajak Kibum sambil menarik tangan Jaemi saat ia sudah menyelesaikan semua makanan yang telah disiapkan oleh Jaemi

***

“Aku akan menjemputmu lagi nanti malam.” Kata Kibum yang tengah terduduk dibalik pengemudi mobilnya. Ia pun memandang Jaemi yang keluar dari mobilnya itu dengan terburu-buru.

“Aku akan menunggumu.” Kata Jaemi sambil menutup pintu mobil kekasihnya itu. Ia pun bersiap-siap untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam butiknya itu.

“Go Jaemi.” Panggil Kibum kepada Jaemi yang terlihat sudah menjauh darinya sedikit.

Langkah kekasihnya itu berhenti seketika dan yeoja itu memasukkan kepalanya kepada mobil Kibum yang kacanya masih terbuka.

“Ya ?” tanyanya kepada Kibum yang sedetik kemudian mencium bibirnya secara tiba-tiba.

Jaemi membelalakkan matanya saat Kibum menciumnya dan yang hanya ia lakukan adalah berdiri kaku. Kibum memasang senyum kemenangannya pada wajahnya saat mendapati Jaemi yang tengah terkaget akibat ciumannya.

Jaemi menarikkan lagi kepalanya dan mengerucutkan bibirnya kepada Kibum.

Morning kiss.” Kata Kibum cepat, sebelum menekan gas pada mobilnya dan pergi meninggalkan Jaemi yang masih berdiri didepan butiknya.

Jaemi yang tengah memperhatikan mobil Kibum yang menjauh tesebut mendesahkan nafasnya kecil.

Ia pun membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam butiknya. Lee Jung Ha, sekertarisnya yang berada pada meja didepan pun berdiri dan menyapa dirinya. Ia pun tersenyum kepada sekertarisnya tersebut menghentikan langkahnya didekat meja tersebut.

Ia pun menaruh salah satu jarinya pada mesin sidik jari yang tersedia. Setelah mendengar bunyi khas mesin-mesin secara umum, ia pun menolehkan kepalanya kepada Jung Ha.

Clientku sudah datang ?” tanyanya kepada Jung Ha. Yeoja itu pun menggelengkan kepalanya pelan.

Jaemi pun menganggukkan kepalanya pelan dan melangkahkan kakinya ke ruangan yang biasa ditempatinya.

Dibukanya pintu ruangannya dan secara otomatis lampu ruangan tersebut menyala dengan sendirinya. Ia pun masuk dan menaruh tas tangan Yves Saint Laurent pada sofa putih panjang yang terletak dalam ruangannya.

Ia pun berjalan kea rah rak bukunya yang terlihat penuh dengan buku-buku design baju party, interior design, bahkan sampai design-design baju pengantin dan buku-buku architect.

Jaemi pun memandang keluar jendela ruangannya yang menampakkan taman kecil berserta danau kecil yang membuatnya sekilas tersenyum sendiri.

Taman tersebut mengingatkannya tentang bagaimana Kibum dan dirinya bertemu. Ia sedang terduduk sendirian di salah satu bangku putih yang tersedia, membaca bukunya, dan Kibum pun datang padanya. Pada saat itu Kibum sedang menemani ibunya yang sedang mengukur baju pesta yang akan dibuatnya, dan tentunya sebagai laki-laki, ia pun merasa bosan dan memutuskan untuk keluar mencari udara. Dan saat itulah juga ia mengenal Kibum untuk pertama kalinya.

Jaemi menolehkan kepalanya saat ia mendengar ketokan pada pintunya.

“Jaemi sajangnim, client anda sudah datang.” Kata Jung Ha sambil membuka pintunya sedikit.

Jaemi pun menganggukkan kepalanya dan Jung Ha pun dengan segera membuka pintu tersebut lebih besar dan membiarkan clientnya masuk.

“Apa kabar, Choi Eunji-ssi ? Sudah lama tidak bertemu.” Kata Jaemi sambil mengambil tempat duduk pada sofa putih besarnya. Eunji yang dipanggilnya tersebut mengambil tempat duduk disamping Jaemi.

“Aku baik-baik saja, Jaemi-ssi. Bagaimana kabarmu ?” Tanya Eunji balik.

“Aku baik, Eunji-ssi. Memangnya mengapa kau ingin menemuiku lagi ?”

“Aku hanya ingin memberitahumu untuk mempercepat pembuatan baju pengantinku, dan untuk membuat duplikatnya, jika kau tidak keberatan.”

“Eunji-ssi, sebenarnya kau bisa saja memberitahuku itu dalam hubungan telepon.” Kata Jaemi sambil tertawa kecil. Eunji pun tersenyum.

“Aku tidak keberatan menemuimu, Jaemi-ssi. Dan selain itu, kesannya tidak sopan jika aku menelponmu seperti itu saja. Membuat baju pengantin itu tidak mudah dan jika menelponmu untuk hal yang besar ini termasuk sedikit kasar, bukan ?”

Jaemi pun membalas senyuman Eunji.

“Kalau begitu, sebaiknya aku pergi sekarang. Hanya itu alasanku datang menemuimu.” Kata Eunji sambil berdri dari sofanya, yang membuat Jaemi berdiri dari sofanya juga.

“Senang bertemu denganmu lagi, Eunji-ssi.” Kata Jaemi sambil tersenyum kepadanya. Ia pun menjabat tangan Eunji, dan sesaat kemudian yeoja keturunan chaebol itu pun keluar dari ruangannya.

Jaemi tersentak kaget saat tiba-tiba ponselnya berbunyi kencang. Ia pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya dan mendesah kecil saat mengetahui seseorang yang sangat dikenalnya menelpon.

“Yoboseyo ?” katanya malas.

Just for one day I want to be your close lover. I would hear all your boastings and complaints for you.” Kata Kibum saat ia mendengar suara Jaemi menyambutnya.

“Bisa tidak kau tidak menggodaku dalam sehari saja ?” umpat Jaemi dengan kesal saat mendengar Kibum di seberang sana. Terdengar olehnya Kibum tertawa dengan lepas.

Apakah hal itu terlarang kepada seorang namja untuk menggoda kekasihnya sendiri ?

“Ne. Dan asal kau tahu, hal itu sangat menjijikan.”

Aku suka wajahmu saat kau marah kepadaku seperti sekarang.”

“Dan bahkan kau tidak dapat melihatku sekarang.”

Tapi aku sudah menghafalkan ekspresi wajahmu. Jadi aku tahu seperti apa wajahmu sekarang.

“Aish. Sebaiknya kau bekerja sekarang. Seorang Kim sajangnim tidak sebaiknya memberi contoh yang buruk kepada pegawai-pegawainya dengan menelpon kekasihnya.” Kata Jaemi sambil mendudukkan badannya pada sofa putihnya.

Baiklah. Aku akan merindukanmu. Bye.

“Bahkan belum ada satu jam kita bertemu. Bye.”

Jaemi pun memutuskan hubungan telepon mereka dan dalam keadaan masih terduduk pada sofanya, ia pun memandang pemandangan jendela keluar.

 ***

“Jiho-ssi, apakah semua berkas yang kubutuhkan sudah siap semua ?” Tanya Kibum pada sekertarisnya, Kang Jiho.

“Ne, sajangnim.” Kata Jiho sambil menggangguk kecil.

“Tolong bawakan semuanya kepadaku.”

“Oh, dan bawakan juga barang yang kemarin saya beli.”lanjut Kibum kepada Jiho.

Tidak lama kemudian, Jiho pun membawakan semua yang Kibum tanyakan dan juga barang yang kemarin ia beli.

“Kamsahamnida, Jiho-ya.” Katanya saat Jiho meletakkan berkas-berkasnya pada meja kerjanya dan juga barang yang diberikan langsung kepadanya.

Kibum pun memperhatikan kotak kecil berwarna biru pada tangannya yang masih diikat oleh pita berwana broken white dengan sedikit warna silver padanya. Ia pun tersenyum kecil, dan ia pun yakin bawahannya yang lain mulai berpikiran yang tidak-tidak mengenainya. Ruangan kerjanya itu hanya ditutupi oleh kaca dan ia yakin semua orang bisa melihatnya tersenyum sendirian.

Ia pun bangkit berdiri dan menuju meja kerjanya, dan mengambil tempat duduk pada kursi hitam yang tersedia didepan meja tersebut. Ia pun menyalakan mac nya dan sesaat kemudian terlihat olehnya foto kekasihnya pada wallpaper computer tersebut.

Rasanya baru kemarin ia bertemu dengan kekasihnya pada sebuah taman. Rasanya baru kemarin ia memperkenalkan kekasihnya pada kedua orang tuanya. Rasanya baru kemarin ia memperkenalkan dirinya kepada kekasihnya. Rasanya baru kemarin ia mengenal seorang yeoja bernama Go Jaemi.

Dan semua hidupnya pun bergantung pada malam ini. Malam yang akan menjadi malam terpentingnya.

Kibum pun menolehkan kepalanya, dan memperhatikan jam digital yang terletak pada ujung mejanya. Dan ia pun tersenyum kembali.

Pada malam hari ini, jam sudah menunjukkan waktu 08.09 malam dan ini adalah saatnya dimana ia akan menjemput Jaemi pada butiknya. Ia pun mengambil berkas-berkas yang terletak pada mejanya dan membawa kotak biru kecil tersebut juga.

 ***

“Jaemi-ya, sebentar lagi aku akan sampai. Bergegaslah, ne ?” kata Kibum sambil menempelkan ponsel genggamnya pada telinganya. Ia pun memandang jalanan didepannya dengan penuh konsentrasi.

“Mm. Aku akan menunggumu.” Kata Jaemi diseberang sana.

Kibum pun mematikan hubungan mereka dan menaruh ponselnya pada kursi mobil yang kosong disebelahnya.

Kibum pun membelokkan mobilnya saat ia menemukan jalan yang biasa ia lewati dan berhenti didepan butik milik kekasihnya. Ia pun keluar dari mobilnya.

“Kau sudah menunggu lama ?” tanyanya pada Jaemi yang tengah tersenyum kepadanya. Ia pun membalas senyuman kekasihnya tersebut.

“Tidak. Belum ada lima menit.” Jawabnya.

Jaemi pun melangkahkan kakinya menuju bagian kanan dari mobilnya Kibum dan membukakan pintu baginya sendiri. Kibum pun masuk kedalam mobilnya sendiri dan memasang sabuk pengamannya.

“Makan malam diluar ?” Tanya Kibum kepada Jaemi. Kekasihnya itu pun menolehkan kepalanya kepadanya dan tersenyum kepadanya. Kekasihnya itu pun menggelengkan kepalanya kepadanya.

“Makan malam dirumah saja. Aku akan memasak untukmu.” Kata Jaemi.

Kibum pun menjalankan mobilnya.

 ***

Kibum pun memarkirkan mobilnya pada parkiran rumah putih besarnya. Jaemi pun mengeluarkan dirinya sendiri dari mobilnya dan ia pun mendesahkan nafasnya pelan. Ia pun meraba kantung jas kirinya dan mendesah untuk kedua kalinya saat ia merasakan sebuah kotak yang dirasakan oleh tangannya.

Malam ini, pikirnya.

Ia pun mengikuti Jaemi masuk kedalam rumahnya dan memperhatikan kekasihnya yang bergerak masuk kedalam dapur rumahnya.

“Kau mau makan malam apa ?”

Kibum menolehkan kepalanya saat ia mendengar suara Jaemi dan memasang senyuman pada wajahnya.

“Apa saja. Semua masakanmu enak bagiku.” Jawabnya sambil melepaskan sepatu hitamnya. Ia pun melangkahkan kakinya menuju Jaemi dan berhenti pas dibelakangnya. Sesaat kemudian pun ia memeluk kekasihnya itu dari belakang.

“Aku akan menunggumu–“

“Didepan televisi. Ya, aku tahu, aku tahu, Kibum-ah.”

Kata-kata Kibum terpotong oleh Jaemi yang berhasil membuat namja itu tersenyum kepadanya.

***

“Dan sejak kapan kau mau berjalan-jalan pada malam hari di taman belakang rumahmu sendiri ?” Tanya Jaemi dengan bingung.

Kibum pun tersenyum kepadanya dan mengambil serta menggenggam tangan kekasihnya tersebut. Ia pun menggoyang-goyangkan tangan mereka diudara.

“Memangnya tidak boleh ?” tanyanya balik sambil menolehkan kepalanya memandang Jaemi yang lebih pendek darinya.

“Bukan maksudku seperti itu, hanya.. kau tidak pernah mengajakku untuk jalan bersamamu disini.” Jaemi pun menundukkan kepalanya, memperhatikan sepatunya yang menyentuh batu-bata dibawahnya.

“Biarlah ini menjadi kali pertama kita.”

Kibum pun memandang ke atas dan memperhatikan satu-satu bintang yang bersinar.

Mereka pun berhenti pada kursi putih yang tersedia pada malam hari itu.

“Kibum-a..” panggil Jaemi. Kibum yang dipanggilnya pun menolehkan kepalanya pada Jaemi.

“Kau tahu mengenai buku diary milikmu yang terdapat didalam lacimu, bukan ?” lanjut Jaemi.

KIbum mengerutkan keningnya lalu mengangguk pelan.

I want to become a page in the diary in your small drawer. To fill my feelings with your unknown secrets.. secretly.”

Kibum tertawa saat ia mendengar kalimat-kalimat terahir Jaemi.

“Oh, jadi ini saatnya dimana kau menggodaku ? Baiklah, giliranku, bukan ?”

Jaemi mengganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepadanya. Ia pun memandang Kibum dengan antusias.

I want to freeze in time with you held against my chest forever.” Kata Kibum.

Ia pun mengambil satu kotak kecil berwarna biru dari dalam kantung jasnya dan berdiri. Ia pun berlutut didepan Jaemi yang terkejut melihatnya sekarang. Pelan-pelan, ia pun membuka kotak kecil biru itu yang menampilkan sebuah cincin berlian besar yang semakin membuat Jaemi terkejut.

“Cheorang gyeolhonhaejullaeyo ? Will you marry me ?”

 

KKEUTTTTTTTTT~

3 thoughts on “Hug (Kim Kibum–Go Jaemi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s