Miracle (Kim Seung Mi-Kim Jae Joong)

tumblr_lpd8v86aeF1qk6wqp

Life couldn’t get better

 
Life couldn’t get better

 

Hari ini…

“Oppa, kau sudah pulang?”

“Haha, tentu yeobo. Aku kan sudah berjanji akan mengajakmu pergi hari ini.”

Perempuan itu bergegas berlari menuju laki-laki yang adalah suaminya. Beberapa hari yang lalu ia memang berjanji mengajak Seung Mi pergi berlibur. Jujur saja Seungmi sama sekali tidak percaya saat itu, karena kesibukan Jaejoong di Jepang sekarang ini membuat mereka jarang bertemu meskipun mereka sudah menikah.

“Oppa, kita akan kemana?”

“Kau akan tahu.”

Beberapa jam di mobil mereka habiskan dengan bercanda-canda. Seungmi benar-benar tidak memerhatikan kemana mereka pergi karena candaan mereka.

“Seungmi-ah, kita sudah sampai. Apa kau tidak tahu tempat ini?”

“Memang kita dimana, op—Astaga! Oppa, kau membawa ku kesini.”

“Haha, kita sudah lama sekali tidak kesini Seungmi…”

“Ya, oppa.”

***

Til now, the time without you in my life was full of darkness

But ever since I’ve met you, my life’s been like a dream (baby)

When I first saw you (first saw you) a miracle (a miracle)

I felt the miracle, it was you

10 years ago…

Jaejoong menatap anak perempuan seusianya yang sedang berlari di koridor sekolah, sepertinya dia anak baru karena ia belum pernah melihatnya. Anak perempuan itu berlari dengan sangat tergesa-gesa ke ruang guru.

Tanpa sadar Jaejoong mengikutinya keruang guru, anak perempuan ini seperti memiliki magnet yang membuat Jaejoong tertarik untuk mengenalnya, mukanya yang lucu dan rambutnya yang berantakan karena berlari membuatnya sangat menarik.

Kamsahabnida.

Jaejoong menghampiri perempuan itu segera setelah melihatnya keluar dari ruang guru dengan membawa beberapa buku pelajaran. Mukanya yang tadi panic kini terlihat bingung.

“Apa kau butuh bantuan?”

“Tidak. Tidak perlu.”

“Ayo kubantu mencari loker mu.”

“mm.”

“Oiya, namaku Jaejoong. Kim Jae Joong. Kau?”

“Seungmi. Kim Seung Mi.”

Seungmi melihat Jaejoong dengan tatapan aneh, ia sudah melihat Jaejoong sejak tadi, air mukanya sangat dingin hingga ia tidak berani bertanya padanya, namun setelah Jaejoong menghampirinya penilaiannya tentang Jaejoong langsung berubah, ia bukan lagi orang yang dingin sebaliknya iya malah membantunya.

“Jadi, Seungmi. Kau baru pindah kesini?”

Pertanyaan bodoh Kim Jaejoong. Jelas saja ia baru pindah, bahkan kau sedang membantunya mencari loker. Jaejoong mengumpat dirinya sendiri karena pertanyaannya yang bodoh itu.

“Emm, y-ya. Orang tua ku pindah karena ada pekerjaan baru yang lebih menjanjikan disini.”

“Oh.. Nah, ini loker mu.”

“Ne? Gomawo, Kim Jaejoong-ssi.”

“Kau bisa memanggilku oppa, kau tahu?”

Jaejoong bisa melihat pipi Seungmi menjadi merah, mukanya semakin terlihat lucu dan membuatnya semakin ingin menggoda Seungmi.

“Kenapa? Apa kau menyukaiku Seungmi?”

“Y-ya! Mana mungkin kita k-kan baru saja kenal.”

“Hahaha! Aku hanya bercanda Seungmi. Kenapa mukamu sangat merah begitu?”

Seungmi merasakan pipinya semakin memanas karena Jaejoong. Apa-apaan orang ini, baru pertemuan pertama dan sudah berani meledeknya seperti itu.

“Seungmi-ah. Aku hanya bercanda! Yaa jangan lari.”

BRUK!!

Jaejoong terjatuh saat mengejar Seungmi yang berlari menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah. Semua orang menahan tawa mereka melihat Jaejoong yang sekarang terduduk dibawah.

“Sini. Kubantu.”

“Kau yang membuatku jatuh! Kau harus menemaniku kapanpun aku mau sebagai hukuman!”

“Mwo? Mana bisa begitu! Aku tidak mau.”

“Kau harus mau. Baiklah, mulai besok kau harus ke sekolah sepagi mungkin karena aku juga akan datang pagi. Arasseo?”

***

Life couldn’t get better (hey~)

I’ll hold you in my arms and fly


We’ll fly towards the blue moon (ho~)


I’ll kiss you when you’re sleeping
Life couldn’t get better (hey~)


Open your heart and take my hand

Life couldn’t get better
(Life couldn’t get better)

~Nureta hada ga atsu imama de kiss me~

“yeoboseo?”

“Yeoboseo, Kim Jae Joong?”

“Ya, maaf ini siapa?”

“Oh, saya dari CJE Entertainment, saya memberi tahu anda telah diterima di CJENT.”

“Ah, benarkah?”

“Ya, dan anda harus mulai tinggal di dorm dan berlatih hari Senin.”

“Apa? Tapi itu 3 hari lagi.”

“Ya, kami mengharapkan kesiapan anda. Terimakasih.”

Percakapan singkat itu berhasil membuatnya kebingungan. Jika telepon ini didapatkanya 1 bulan yang lalu tentu ia akan dengan semangat menerimanya tanpa perlu bertanya. Jaejoong mengacak rambutnya, ini semua karena perempuan itu. Sejak ia kenal cukup dekat dengannya, ia semakin ingin berada didekatnya. Sekarang karena ia harus tinggal di dorm ia tidak mungkin bisa bertemu dengannya sesering sekarang, apalagi setelah debut bisa bertemu mungkin sudah merupakan keajaiban.

 

“Jaejoong-ssi, sebenarnya sampai kapan aku harus menjadi pembantumu seperti ini?”

“3 hari lagi.”

“Hah, baiklah.”

“Jadi permintaan yang pertama, aku mau kau memanggilku oppa.”

“Mwo?! Kenapa aku harus memanggilmu oppa?”

Lagi-lagi muka Seungmi menjadi merah padam, ia bisa merasakan pipinya memanas. Susah payah ia menahannya namun Jaejoong malah mendekatkan mukanya ke muka Seungmi membuat mukanya semakin merah.

“Seungmi-ah, kau harus memanggilku oppa, itu permintaan pertama.”

Sebelum Seungmi dapat menjawab, tiba-tiba saja Jaejoong memeluknya dengan erat. Seungmi sangat kaget, ia bahkan tidak mampu berkata apa-apa. Ia senang, entah mengapa ia merasa nyaman. Meskipun mukanya terasa amat panas, ia tidak bergerak.

“Maaf.”

“Ti-tidak apa-apa, oppa.”

***

You’ve changed my ordinary life (a holiday)

And all the people in the world look happy

(I wanna thank you baby)

Seungmi tidak bisa tidur dikamarnya, ia terus-terusan berbolak-balik di ranjangnya karena sikap Jaejoong tadi. Ia tidak mengerti mengapa tiba-tiba dia memeluknya. Ia senang, tentu saja. Sebenarnya, tanpa ada yang tahu ia diam-diam mulai menyukai Jaejoong, meskipun sikapnya terkadang dingin dan kekanak-kanakan, Jaejoong sangat peduli padanya, ia juga lembut. Tidak, ia bukan manusia. Ia jauh lebih baik dari manusia.

“Nuna, tidak bisa diam ya? Dari tadi kau berisik sekali berbolak-balik. Sudah tidur”

“Mianhe Jun-ah.”

Ya, ia tidak sendiri. Ia sekamar dengan adiknya dan ia tidak bisa memungkiri kalau sejak tadi ia memang cukup berisik. Ia kesal dengan perasaannya sendiri, dan hari ini Jaejoong juga telah sukses mengacaukan pikirannya. Tiba-tiba handphone nya berdering.

“Yeoboseo, oppa?”

“Seungmi-ah, kau belum tidur?”

“Aku sudah akan tidur. Ada apa oppa?”

“Besok, aku akan menjemputmu jam 7 pagi. Jadi kau harus sudah siap.”

“Kita akan ke-“

Kalimat itu tidak sempat ia teruskan karena Jaejoong sudah menutup telepon.

***

“Oppa, sebenarnya kita akan kemana?”

“Kau akan tahu.”

Tanpa disangka Jaejoong mengajak Seungmi ke salah satu toko pakaian ternama  di Gangnam. Seungmi tahu persis harga pakaian disini tidak murah karena orangtuanya sering membeli pakaian disini.

“Nah, Seungmi-ah. Kau pilih 1 gaun yang kau suka.”

“Untuk apa? Aku masih punya gaun di rumah.”

“Cepat pilih saja.”

Tak berapa lama Seungmi kembali dengan mengenakan gaun yang sudah ia pilih. Gaun itu sangat lucu menurutnya. Ia menghampiri Jaejoong dan Jaejoong benar-benar tercengang melihatnya. Ia terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang ia pilih. Potongan baju itu sederhana  tapi tetap terlihat mewah.

“Jadi?”

“Bagus. Aku akan membelikanmu.”

“Apa? Untuk apa? Aku beli sendiri saja.”

“Tidak. Kau pakai baju ini besok. Aku akan menjemputmu jam 7 malam.”

Setelah itu mereka berdua pergi ke sekolah, meskipun sedang libur sekolah mereka tetap saja ramai. Banyak anak-anak yang bermain di halaman sekolah. Mereka duduk di tempat duduk dekat ruang guru, tempat mereka pertama bertemu dan tempat mereka biasa mengobrol.

“Oppa, antar aku pulang sekarang ya?”

“Ada apa memang?”

“Tidak, aku hanya ingin pulang.”

“Baiklah.”

***

When I first saw you (first saw you)

a miracle (a miracle)

I felt the miracle,

 it was you

Jaejoong datang tepat waktu, jam menunjukan pukul 7 malam dan suara klakson mobilnya sudah terdengar oleh Seungmi. Seungmi mengenakan gaun yang dibelikan Jaejoong, rambutnya yang sedikit ikal ia biarkan terurai, dengan make up tipis yang memberi kesan elegan ia melangkah menuju mobil Jaejoong.

“Oppa, kau tepat waktu sekali.”

Jaejoong sama sekali tidak bisa menjawab, ia tidak menyangka Seungmi bisa terlihat begitu cantik hanya dengan sedikit make up dan gaun yang ia belikan. Ia sangat memukau.

“Oppa?”

“Ah, ne. Ayo kita pergi.”

Jaejoong mengendarai mobilnya sambil sesekali menengok kea rah Seungmi, ia masih tidak percaya perempuan disebelahnya bisa terlihat sebegitu cantik. Tak lama ia memarkirkan mobilnya di basement sebuah gedung mewah. Ia menggandeng tangan Seungmi dan mengarahkannya masuk ke sebuah restaurant outdoor di lantai tertinggi gedung itu. Pelayan-pelayan mulai menyajikan makanan mereka, sampai saat ini Seungmi masih tidak tahu apa sebenarnya maksud Jaejoong membawanya kesini, tapi ia tidak bisa menyangkal ia sangat bahagia. Selesai makan, tiba-tiba Jaejoong berdiri menghampirinya dan mengajaknya berdansa.

“Seungmi-ah, aku perlu memberitahumu sesuatu.”

“Ada apa oppa?”

“Aku harus tinggal di dorm, aku mungkin tidak akan bisa bertemu denganmu sesering ini lagi. Apalagi setelah debut, mungkin aku tidak akan bertemu lagi denganmu. Jadi, aku akan mengatakan ini sekarang. Seungmi-ah, apa kau mau menjadi pacarku?”

“Op—“
“Kau tidak perlu menjawab, aku tidak berharap kau akan menerimaku. Apalagi setelah kau tahu jadwalku akan sangat padat.”

“Op—“

“Aku hanya ingin kau tahu perasaanku. Ayo kit—“

Seungmi memeluk Jaejoong, air matanya menetes cukup deras, ia sangat senang karena perasaannya terbalas namun ia tidak tahu bagaimana kelanjutannya jika ia menerima Jaejoong. Apakah ia akan senang? Atau ia akan sedih karena Jaejoong tidak akan ada didekatnya.

“Oppa, aku mau. Meskipun kita akan jarang bertemu tapi aku.. aku tidak keberatan.”

“Gomawo Seungmi-ah, gomawo. Saranghae”

“Saranghae oppa.”

Beberapa tahun setelah itu, Jaejoong benar-benar debut dan menjadi sangat sukses, ia melamar Seungmi beberapa tahun setelah itu meskipun ia disibukan dengan berbagai kesibukannya sebagai artis.

A/N: maaafffkaan aku😦

One thought on “Miracle (Kim Seung Mi-Kim Jae Joong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s